Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Pesantren Menyimpang Bakal Ditindak, Siapkan Ditjen Khusus Santri
TEBARAN.COM,JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pondok pesantren yang terbukti menyimpang dari ketentuan. Langkah tegas siap diambil demi menjaga integritas dan kehormatan lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.
Pesan menohok ini disampaikan Nasaruddin di hadapan ribuan jamaah pada acara Munajat Santri untuk Negeri, yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10).
Dalam orasia keagamaannya, Menag mengimbau para kiai, pengasuh, hingga pengelola pesantren untuk bahu-membahu menjaga nama baik institusi mereka agar isu-isu negatif tak lagi mencoreng citra pesantren. Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat belajar, melainkan pilar sejarah dan kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa.
Hadirkan Ditjen Pesantren Hingga Pelosok
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam merangkul lembaga pendidikan berbasis keagamaan ini, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.
Nasaruddin menjelaskan bahwa kehadiran Ditjen Pesantren ini bertujuan untuk memperkuat kualitas layanan publik serta memastikan kehadiran negara dirasakan oleh seluruh pondok pesantren, tanpa terkecuali pesantren yang berada di pelosok dan wilayah terpencil.
Kendati pengawasan dan fasilitasi negara akan makin diperketat, Menag menjamin pesantren akan tetap tumbuh mandiri tanpa kehilangan ciri khas dan keotentikan tradisinya.
Mengakhiri pesannya, Nasaruddin membakar semangat para santri untuk menjawab tantangan zaman. Ia mendorong generasi muda pesantren tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga tangguh menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), mandiri secara ekonomi, serta aktif mengabdi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
