Logo Header

Ultimat Bahlil ke KKKS Migas Mangkrak: Eksekusi Proyek atau Kembalikan Konsesi!

Nuri
Nuri Senin, 02 November 2026 08:30
Ultimat Bahlil ke KKKS Migas Mangkrak: Eksekusi Proyek atau Kembalikan Konsesi!

TEBARAN.COM,JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melayangkan teguran keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang membiarkan proyek hulu migas mereka mangkrak. Ia menuntut komitmen tegas: segera eksekusi proyek atau serahkan kembali konsesinya ke negara.
​Desakan ini disampaikan Bahlil dalam acara Forum Ekonomi, Keuangan dan Komersial Hulu Minyak dan Gas Bumi (FOREK Hulu Migas 2026). Langkah cepat dinilai mendesak demi menahan laju penurunan produksi minyak dan gas bumi nasional yang terus terjadi akibat mayoritas lapangan migas di Indonesia sudah memasuki fase mature (tua).
​Opsi Tegas: Kerjakan, Bermitra, atau Kembalikan
​Bahlil menyoroti banyaknya pemegang konsesi yang sudah menyelesaikannya sampai tahap Plan of Development (POD), namun hingga kini belum melangkah ke tahap realisasi fisik.
​”Jadi kepada Bapak Ibu yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD, tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi, mohon bantuannya,” tegad Bahlil, Minggu (1/11/2026).
​Jika perusahaan merasa tidak mampu mengeksekusi proyek tersebut, Bahlil menegaskan agar konsesi segera dikembalikan kepada negara agar dapat dilelang kembali kepada pihak yang siap bekerja, termasuk BUMN.
​”Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara, nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina. Sekalipun Pertamina punya negara, saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat, harus cepat,” ujarnyanya.
​Sebagai alternatif, Bahlil juga menyarankan para kontraktor untuk melakukan skema farm-in atau berbagi kepemilikan (sharing) dengan perusahaan lain demi mengejar target peningkatkan lifting nasional.
​118 Blok Migas Baru Siap Dilelang
​Selain menertibkan proyek-proyek yang jalan di tempat, pemerintah juga memacu akselerasi investasi di blok-blok baru. Bahlil memerintahkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) untuk mempercepat proses lelang hingga penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS).
​Pemerintah mencatat sedikitnya ada potensi 118 blok migas baru yang siap dilelang untuk menarik minat investor dalam dan luar negeri.
​Peringatan Terbuka Soal Praktik “Di Bawah Tangan”
​Guna memastikan proses lelang dan perizinan berjalan transparan dan bersih, Bahlil secara terbuka meminta para pelaku usaha migas untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kecurangan atau permainan oknum.
​Ia menegaskan tidak akan mentolerir adanya “main di bawah tangan” dalam pengurusan pendaftaran lelang, perizinan, maupun kesepakatan kontrak kerja sama di lingkungan Ditjen Migas.

Nuri
Nuri Senin, 02 November 2026 08:30
Komentar