Logo Header

Rivai Ras PSBM 2026: Saudagar Bugis-Makassar Harus Naik Kelas dan Kuasai Teknologi

Nuri
Nuri Kamis, 26 Maret 2026 08:17
Abdul Rivai Ras Foto list.
Abdul Rivai Ras Foto list.

TEBARAN.COM,MAKASSAR ​ – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Hotel Claro Makassar 26 Maret 2026  tahun ini tidak lagi sekadar menjadi ajang silaturahmi tahunan. Di tengah guncangan ekonomi dunia akibat eskalasi konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran, PSBM 2026 bertransformasi menjadi forum strategis untuk menentukan arah ketahanan ekonomi nasional.

​Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN.Eng, Ketua Umum DPP APPMBGI sekaligus Wakil Ketua Umum BPP KKSS, menegaskan bahwa saudagar Bugis-Makassar kini berdiri di persimpangan jalan: beradaptasi dengan lanskap ekonomi baru atau tertinggal oleh disrupsi global.

​Menghadapi “Shock” Ekonomi Global
​Dalam orasinya, tokoh yang akrab disapa Bro Rivai ini menyoroti dampak nyata konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas domestik.

Sebagai net importer minyak, Indonesia menghadapi beban subsidi yang membengkak hingga puluhan triliun rupiah setiap kenaikan harga minyak dunia.

​”Dunia usaha tidak lagi bisa berpikir lokal. Risiko global hari ini menembus batas negara dengan kecepatan cahaya.

Gangguan pasokan sulfur dari Teluk saja sudah cukup mengganggu hilirisasi nikel kita. Ini adalah sinyal bahwa kita harus naik kelas,” ujar Rivai Ras.

​Empat Pilar Transformasi Saudagar Modern

​Untuk menjawab tantangan tersebut, Rivai Ras merumuskan empat langkah progresif bagi para pengusaha:​Kedaulatan Data & Teknologi: Digitalisasi bukan lagi opsi, tapi napas bisnis.

PSBM harus mendorong implementasi nyata melalui inkubasi bisnis digital dan big data analytics agar UMKM lokal mampu bersaing dengan korporasi global.

​Jejaring Strategis (Global Hub): Mengubah modal sosial diaspora Bugis-Makassar yang tersebar di seluruh dunia menjadi jaringan suplai dan investasi yang terorganisir secara profesional.

​Hilirisasi Kearifan Lokal: Mengintegrasikan nilai Siri’ (harga diri/reputasi), Pesse (solidaritas/kolaborasi), dan semangat merantau ke dalam strategi bisnis modern yang kompetitif.

​Diversifikasi & Mitigasi Risiko: Mendorong saudagar untuk tidak bergantung pada satu komoditas tunggal dan mulai melirik sektor yang tahan krisis seperti ketahanan pangan (Dapur Makan Bergizi).

​Dari Wacana Menuju Aksi Nyata
​Rivai Ras menekankan bahwa PSBM XXVI harus menghasilkan output konkret, seperti pembentukan konsorsium bisnis untuk ekspor komoditas strategis dan pengembangan pusat data ekonomi bagi para pengusaha.

​”Kenaikan harga komoditas global adalah windfall bagi kita, terutama di sektor nikel dan energi. Pertanyaannya, apakah saudagar kita siap mengambil peran sebagai pemain utama, atau hanya akan menjadi penonton di rumah sendiri?” tegasnya.

​Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen pengusaha dan pemerintah untuk bersinergi. Kolaborasi antara kebijakan fiskal yang adaptif dengan kecepatan eksekusi dunia usaha adalah kunci utama menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di masa depan.

Nuri
Nuri Kamis, 26 Maret 2026 08:17
Komentar