Teguran Berujung Panah Busur, Driver Ojol di Makassar Jadi Korban Serangan Bocah Pak Ogah
TEBARAN.COM,MAKASSAR — Aksi brutal sekelompok bocah “pak ogah” di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial setelah menyerang seorang driver ojek online menggunakan panah busur di kawasan Jembatan Kanal, Kecamatan Manggala.
Peristiwa yang terjadi di sekitar jembatan kanal Puri Taman Sari pada Sabtu, 16 Mei 2026 itu bermula saat korban bernama Sayam (28) menegur para bocah yang mengatur arus lalu lintas di tengah jalan karena dinilai justru memicu kemacetan panjang.
Namun teguran tersebut memantik emosi kelompok bocah itu hingga berujung aksi penyerangan.
Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, korban tampak mengalami luka serius setelah anak panah busur menancap di pinggang sebelah kanan. Selain menggunakan panah busur, pelaku juga disebut menyerang korban memakai ketapel.
Akibat luka yang cukup parah, korban langsung dilarikan ke RSUD Daya Makassar untuk menjalani operasi pengangkatan anak panah.
Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, mengatakan aksi penyerangan dipicu rasa tersinggung para pelaku usai ditegur korban.
“Motifnya karena tersinggung saat ditegur. Mereka ini sering mengatur jalan, lalu menyerang korban. Padahal mereka masih anak-anak dan seharusnya tidak berada di lokasi, melainkan belajar,” ujar Arya.
Usai kejadian, aparat Polsek Manggala bersama warga langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Hasilnya, lima anak berhasil diamankan beserta barang bukti berupa ketapel dan anak panah busur.
Menurut Arya, seluruh pelaku yang diamankan masih berstatus anak di bawah umur dengan rentang usia sekitar 11 tahun.
“Sudah kita amankan. Ada lima orang dan semuanya masih di bawah umur,” katanya.
Sementara itu, satu terduga pelaku utama yang disebut telah berusia dewasa masih buron dan kini dalam pengejaran aparat kepolisian.
Polisi juga mengungkap mayoritas anak yang terlibat dalam aksi tersebut diketahui sudah putus sekolah dan tidak lagi menjalani pendidikan formal.
“Rata-rata mereka sudah tidak sekolah. Ini menjadi perhatian bersama, termasuk peran orang tua dan pemerintah agar anak-anak tidak terjerumus ke tindakan kriminal,” tambah Arya.
Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka guna mencegah keterlibatan dalam aksi kriminalitas jalanan.
“Kalau anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan, mereka bisa terlibat tindak pidana. Ketika sudah berhadapan dengan hukum, masa depan mereka tentu akan terdampak,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
