Penyadapan Ilegal Hantu Tokoh Nasional, UBN Pimpin Aksi Bela Rakyat di Al Azhar Besok!
TEBARAN.COM,JAKARTA — Dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah tokoh nasional, media, hingga organisasi masyarakat sipil memicu gelombang perlawanan. Mengrespons isu sensitif tersebut, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) memimpin Aksi Bela Rakyat Indonesia yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad (8/11/2026).
Gerakan massal ini bertekad menyuarakan lima tuntutan utama, mulai dari pembongkaran skandal penyadapan ilegal, penegakan hukum atas dugaan pengkhianatan kepentingan negara, perlawanan terhadap dominasi oligarki dan intervensi asing, pengembalian amanat Pasal 33 UUD 1945, hingga penegasan putusan lembaga peradilan terkait persoalan konstitusional jabatan wakil presiden.
Ketua Aksi Rakyat Bela Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai langsung seusai salat Subuh berjemaah dan mencapai puncaknya pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
”Mudah-mudahan sih ribuan angkanya. Dan ini menuju 10 November,” tegas UBN usai acara konsolidasi dan konferensi pers di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Merasa Jadi Korban, UBN Siapkan Langkah Hukum
Di antara lima poin tuntutan, isu penyadapan ilegal menjadi sorotan paling tajam. UBN secara terbuka mengaku menjadi salah satu korban dari praktik tak bertanggung jawab tersebut dan bersiap menempuh jalur hukum.
“Bagi saya ini adalah pengkhianatan. Terutama bukan cuma presiden urusannya ini, rupanya kami pun kena, bahkan saya juga kena dan saya berhak untuk menuntut dalam hal ini,” ujar UBN dengan nada tegas.
UBN menilai, jika dugaan penyadapan tersebut terbukti dilakukan demi kepentingan politik pragmatis atau mengancam stabilitas pemerintahan, maka hal itu merupakan ancaman nyata bagi demokrasi yang harus diusut hingga tuntas.
Aksi ini diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, perwakilan ormas, hingga tokoh-tokoh daerah. UBN juga mengutarakan harapannya agar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, turut hadir dalam saf perjuangan gerakan tersebut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
