Logo Header

IPM Sulsel Tembus 76,66, 24 Kabupaten/Kota Kompak Naik! Bukti Pembangunan Kian Merata

HRN
HRN Sabtu, 07 November 2026 08:18
IPM Sulsel Tembus 76,66, 24 Kabupaten/Kota Kompak Naik! Bukti Pembangunan Kian Merata

MAKASSAR, TEBARAN.COM – Kabar menggembirakan datang dari pembangunan Sulawesi Selatan. Kualitas pembangunan manusia di provinsi ini terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel tahun 2026 berhasil mencapai 76,66, meningkat 0,74 poin dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 75,92.

Capaian ini menjadi gambaran semakin baiknya kualitas hidup masyarakat Sulawesi Selatan, sekaligus memperlihatkan kemajuan pembangunan pada tiga sektor fundamental, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Lebih membanggakan lagi, peningkatan IPM tidak hanya terjadi di tingkat provinsi. Seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berhasil mencatat kenaikan IPM pada tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan manusia berlangsung di seluruh wilayah, tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, pembangunan daerah terus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

Berdasarkan data BPS Sulsel yang dirilis 5 November 2026, pertumbuhan IPM Sulsel mencapai 0,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, dalam periode 2022–2026, IPM Sulsel tumbuh rata-rata 0,88 persen setiap tahun.

Tiga Pilar Pembangunan Bergerak Maju

Peningkatan IPM Sulsel ditopang oleh perbaikan seluruh dimensi pembentuknya.

Pada sektor kesehatan, umur harapan hidup saat lahir masyarakat Sulsel meningkat menjadi 74,37 tahun pada 2026, bertambah 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor pendidikan, harapan lama sekolah meningkat menjadi 13,57 tahun. Sementara rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas naik dari 9,00 tahun menjadi 9,19 tahun.

Kemajuan juga terlihat pada aspek kesejahteraan ekonomi masyarakat. Rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp13,29 juta per tahun, meningkat sekitar Rp515 ribu atau 4,03 persen dibandingkan 2025.

Ketiga indikator tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Sulawesi Selatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Seluruh Daerah Meningkat, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi

Dari 24 kabupaten/kota, Kabupaten Bone mencatat pertumbuhan IPM tertinggi sebesar 1,35 persen. Disusul Tana Toraja, Toraja Utara, dan Soppeng yang masing-masing tumbuh 1,32 persen.

BPS Sulsel juga mencatat sebanyak 21 kabupaten telah berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi. Sementara tiga kota, yakni Makassar, Parepare, dan Palopo, telah mencapai kategori pembangunan manusia sangat tinggi.

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan manusia di Sulawesi Selatan semakin berkembang dan menjangkau berbagai wilayah.

Bukan Sekadar Angka, tetapi Kualitas Hidup Masyarakat

Kenaikan IPM menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah keberhasilan pembangunan daerah. Sebab, pembangunan sejatinya bukan hanya tentang berapa kilometer jalan yang dibangun, berapa banyak proyek infrastruktur yang diselesaikan, atau seberapa besar investasi yang masuk.

Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan masyarakat yang lebih sehat, lebih terdidik, memiliki kesempatan ekonomi lebih baik, dan menikmati kualitas hidup yang semakin meningkat.

Dengan capaian IPM 76,66 serta meningkatnya seluruh kabupaten/kota, Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan positif dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi terus diperkuat agar kemajuan tersebut benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan

HRN
HRN Sabtu, 07 November 2026 08:18
Komentar