Logo Header

Menyatukan Umat dan Industri: OJK-Bank Sulselbar Gandeng Ulama Demi Perluas Akses Keuangan Syariah

Nuri
Nuri Rabu, 04 November 2026 16:23
Menyatukan Umat dan Industri: OJK-Bank Sulselbar Gandeng Ulama Demi Perluas Akses Keuangan Syariah

TEBARAN.COM,MAKASSAR -– Akselerasi ekosistem keuangan syariah di Indonesia kini memasuki babak baru melalui penguatan sinergi lintas sektor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar menggelar Workshop Akselerasi Ekosistem Keuangan Syariah Indonesia di Makassar pada Selasa (3/11), guna memperluas pemanfaatan layanan keuangan berbasis syariah hingga ke akar rumput.
​Langkah strategis ini mempertemukan regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, ulama, hingga akademisi demi membangun ekosistem yang inklusif sekaligus memberdayakan ekonomi umat secara berkelanjutan.
​Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya mengandalkan inovasi produk dan penguatan kelembagaan. Kolaborasi erat dengan para ulama dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun literasi serta kepercayaan masyarakat.
​“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan kolaborasi yang erat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, industri, ulama, akademisi, dan masyarakat, keuangan syariah diharapkan semakin inklusif serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dian.
​Inovasi Nyata melalui Cash Waqf Linked Deposit
​Bukan sekadar wacana, komitmen penguatan ekosistem ini langsung diwujudkan melalui aksi nyata. Pada acara tersebut, dilangsungkan penandatanganan kerja sama Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) antara Bank Sulselbar dengan One Waqf “Kedai Kopi Waqf Wakafee”. Kerja sama ini menjadi bukti bagaimana instrumen keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara inovatif untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
​Workshop bertajuk “Sinergi Ulama, Akademisi, Pemerintah dan Industri dalam Memperluas Inklusi dan Memperkuat Ekosistem Keuangan Syariah” ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pengasuh pondok pesantren se-Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga perwakilan Kementerian Agama.
​Turut hadir dalam acara ini Pj. Sekretaris Daerah Sulsel Andi Winarno Eka Putra dan Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar Dirhamsyah Kadir. Diskusi mendalam juga diisi oleh pakar keuangan syariah, seperti Dr. H. Anwar Abbas dan Prof. Dr. K.H. Hasanudin dari Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) OJK.
​Melalui forum ini, OJK dan Bank Sulselbar berharap kepatuhan syariah yang dijaga oleh fatwa DSN-MUI dapat berjalan seiring dengan perluasan akses layanan keuangan formal, sehingga mampu memberikan dampak langsung bagi penguatan ekonomi daerah maupun nasional.

Nuri
Nuri Rabu, 04 November 2026 16:23
Komentar