Logo Header

BPOM Meluncurkan “SAPA SEMESTA”: Strategi Akselerasi UMK Pangan Olahan Naik Kelas

admintebaran
admintebaran Senin, 27 Juli 2026 23:36
BPOM Meluncurkan “SAPA SEMESTA”: Strategi Akselerasi UMK Pangan Olahan Naik Kelas

TEBARAN.COM,JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, resmi meluncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan (Sadar Pangan Aman–Sistematis, Ekosistem, Masif, Efektif, Sinergi, Terintegrasi, Aksesibel) pada Senin (27/7) di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta.

​Program ini merupakan strategi nasional berbasis digitalisasi dan kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) untuk mempercepat perizinan, memperkuat daya saing, dan memperluas akses pasar UMK pangan olahan di seluruh Indonesia.

​Poin Kunci & Sinergi Lintas Sektor

​Kerja Sama BPOM & Kementerian UMKM: Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk pemberdayaan UMKM sektor obat bahan alam, kosmetik, dan pangan olahan.

​Pendampingan End-to-End: Pembinaan komprehensif mulai dari pemenuhan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), registrasi produk, hingga penguatan kapasitas pasca-izin edar.

​Kebijakan Afirmatif & Biaya Rp0: Dukungan nyata BPOM mencakup pendampingan regulatori bertahap, pembebasan biaya registrasi produk (Rp0) bagi produsen skala UMK, serta Program Orang Tua Angkat (OTA).

​Keterlibatan Akademisi: Mengandeng lebih dari 186 perguruan tinggi untuk menerjunkan mahasiswa dan akademisi sebagai keamanan pangan" href="https://tebaran.com/tag/fasilitator-keamanan-pangan/">fasilitator keamanan pangan langsung ke lapangan.

​”Program ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029. Keamanan pangan bukan sekadar perlindungan konsumen, tapi fondasi daya saing di pasar global.”

— Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.

​Capaian & Potensi Sektor UMK Pangan

Indikator

Angka / Capaian

Potensi Industri Mikro & Kecil (BPS 2024)

1,94 Juta unit (~44% dari total industri pengolahan skala mikro-kecil).

Kontribusi Izin Edar BPOM

40% dari 137 ribu izin edar pangan olahan dimiliki oleh UMK.

Sertifikasi SPP-IRT (Data per Juni 2026)

653.756 SPP-IRT terbit untuk 244.715 Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).

Dampak Pendampingan OTA (Sejak 2022)

Membina 4.165 UMK pangan, 1.165 UMKM obat alam, dan 1.314 UMKM kosmetik bersama 70 industri pelindung.

Hasil Awal Semester I–2026 Program SAPA SEMESTA

​556 UMK di 33 wilayah mendapatkan pendampingan dari 29 Orang Tua Angkat.

​126 UMK di 22 wilayah didampingi oleh 139 mahasiswa fasilitator dari 37 perguruan tinggi.

​182 UMK di 14 wilayah sukses menerbitkan Nomor Izin Edar (NIE) melalui layanan jemput bola BPOM.

​Melalui sinergi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi, BPOM optimistis Program SAPA SEMESTA dapat mendorong percepatan pengentasan kemiskinan, peningkatan kedaulatan ekonomi masyarakat, serta membawa lebih banyak produk pangan Indonesia memenuhi standar global.

 

admintebaran
admintebaran Senin, 27 Juli 2026 23:36
Komentar