Dugaan Jual-Beli Jabatan Kepsek Seret Pengawas PDAM, Wali Kota Makassar Didesak Ambil Tindakan Tegas
TEBARAN.COM,MAKASSAR – Isu miring mengenai dugaan jual-beli jabatan kepala sekolah (kepsek) di Kota Makassar kian memanas. Kasus ini mencuat setelah sebuah video pengakuan calon kepsek SD viral di media sosial. Calon tersebut mengaku diminta menyetor uang hingga Rp30 juta demi mendapatkan posisi di sekolah yang memiliki banyak siswa atau akrab disebut “sekolah basah”.
Dalam video itu, nama oknum berinisial ATA terseret dan diduga kuat berperan dalam menentukan penempatan kepsek dengan imbalan uang. Berdasarkan penelusuran, inisial tersebut mengarah pada Andi Taufiq Aris, yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pengawas sekaligus Plt Direktur Umum PDAM Makassar. Selain itu, ATA dikenal sebagai mantan konsultan politik pasangan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham pada Pilkada 2024 lalu.
Hingga berita ini diturunkan, Andi Taufiq Aris belum memberikan respons atau klarifikasi resmi terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Desakan Nonaktif Sementara
Merespons polemik ini, Koordinator Bidang Pemerintahan Lembaga Pemerhati Pemerintah dan Demokrasi (LP2D), Kurniawan, mendesak Wali Kota Makassar untuk segera mengambil sikap tegas. Menurutnya, Wali Kota harus memanggil ATA guna mengklarifikasi isu yang beredar agar tidak merusak reputasi BUMD tersebut.
”Kalau benar ATA yang dimaksud adalah Dewan Pengawas PDAM, Wali Kota harus segera memanggilnya untuk klarifikasi. Isu ini taruhannya adalah kredibilitas PDAM sebagai perusahaan daerah,” ujar Kurniawan kepada media, Selasa (30/6).
Lebih lanjut, Kurniawan mendorong agar ATA dinonaktifkan sementara dari jabatannya di PDAM. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga independensi pemeriksaan yang tengah bergulir di Inspektorat dan DPRD Kota Makassar.
”Meski masih sebatas dugaan, Wali Kota harus tegas menunjukkan bahwa pemerintah bersih dari pungli. Sebaiknya dinonaktifkan sementara sampai ada hasil penyelidikan resmi,” kuncinya.
