Langkah Strategis! APPMBGI Gandeng Bulog Amankan Rantai Pasok Program MBG
TEBARAN.COM,JAKARTA – Langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali dilakukan. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perum Bulog melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama ini menempatkan APPMBGI sebagai mitra strategis Bulog dalam memperkuat distribusi rantai pasok, menjaga ketersediaan pangan, sekaligus memastikan stabilitas harga di tingkat nasional.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum DPP APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, bersama Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh optimisme dari kedua belah pihak.
Tak hanya itu, Dirut Bulog juga dipastikan akan menjadi pembicara kunci dalam APPMBGI National Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 April 2026 di APPMBGI Building, Jakarta Timur.
Agenda berskala nasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Dalam rapat virtual bersama pengurus daerah se-Indonesia, Minggu (5/4/2026), Ketua Umum APPMBGI yang akrab disapa Bro Rivai menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program makan gratis.
“Program ini bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi memastikan asupan bergizi yang mampu mendorong peningkatan kualitas dan kecerdasan generasi bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, kemitraan dengan Bulog akan memperkuat posisi APPMBGI sebagai penghubung strategis antara kebutuhan (demand) dan penyedia (supplier), sehingga distribusi pangan dalam ekosistem MBG menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan stabil.
APPMBGI juga menaruh perhatian pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini mengalami penangguhan operasional.
Melalui pendekatan pembinaan, APPMBGI akan memberikan advokasi serta pelatihan intensif guna meningkatkan kualitas pengelolaan dapur dan pemenuhan standar operasional.
Sejumlah program prioritas pun disiapkan, antara lain standarisasi nasional tata kelola MBG, penguatan kapasitas pelaku usaha, supervisi berkelanjutan, sertifikasi halal, peningkatan keamanan pangan, hingga manajemen dapur profesional.
National Summit 2026 akan dirangkaikan dengan berbagai agenda strategis, mulai dari inaugurasi kepengurusan baru, silaturahmi nasional, talkshow lintas sektor bertema penguatan tata kelola MBG, hingga peluncuran MBG C2 Centre sebagai pusat kolaborasi nasional.
Selain Bulog, APPMBGI juga akan menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian strategis, termasuk sektor pertanian, infrastruktur, dan energi.
Bro Rivai menegaskan, penguatan ekosistem MBG melalui kolaborasi ini juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan melibatkan pelaku UMKM di sektor pangan, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang bangsa.
“Kami ingin memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Ini adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
