Logo Header

20 Negara Mulai Longgarkan Aturan Lockdown

Redaksi
Redaksi Selasa, 05 Mei 2020 18:31
20 Negara Mulai Longgarkan Aturan Lockdown

RAGAM.ID – Penyebaran dan penularan virus corona atau Covid-19 ke berbagai belahan dunia membuat negara-negara terdampak menerapkan sejumlah kebijakan guna membatasi mobilitas warganya, salah satunya lockdown.

Lockdown seolah menjadi opsi terakhir bagi negara dengan tren peningkatan pasien Covid-19. Penerapan lockdown dinilai ampuh mengendalikan angka penyebaran virus.

Meski begitu, penerapan lockdown tentu punya konsekuensi tersendiri, khususnya dalam hal ekonomi. Hingga kini, banyak negara masih menerapkan lockdown, guna menekan angka persebaran virus corona.

Namun, seiring dengan penurunan angka pasien, beberapa negara secara perlahan mulai melonggarkan penerapan lockdown. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 20 negara yang telah melonggarkan kebijakan lockdown.

1. China

Penerapan lockdown oleh China perlahan mulai membuahkan hasil. Negara Tirai Bambu ini sukses mengurangi angka penularan virus corona secara signifikan.

Negara dengan kasus virus corona pertama ini sudah mulai melonggarkan lockdown sejak 25 Maret 2020. Kendati demikian, saat itu China masih tetap menerapkan lockdown untuk Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Selanjutnya, pada 8 April, China secara total mencabut kebijakan lockdown. Namun, beberapa wilayah masih harus menunjukan ‘kode kesehatan’ untuk memudahkan akses ke berbagai tempat.

2. Vietnam

Sejak awal April, Vietnam memutuskan untuk menerapkan lockdown. Namun, kebijakan tersebut tak berlangsung lama. Setelah tren penularan menunjukan penurunan, pada akhir April, Vietnam perlahan mulai melonggarkan kebijakan tersebut.

Selama penerapan lockdown, Vietnam dikabarkan berhasil menangani pandemi tersebut tanpa ada korban jiwa.

3. Italia

Pada Senin, 4 Mei 2020, Italia sudah mulai melonggarkan aturan lockdown. Meski begitu, pemerintah Italia tetap memberlakukan aturan ketat bagi warganya yang hendak kembali bekerja di kantor ataupun yang melakukan perjalanan antarwilayah. Selain itu, dua bandara juga rencananya akan kembali beroperasi.

Namun, negara yang sudah memberlakukan lockdown sejak 10 Maret 2020 lalu ini tetap akan merumahkan proses belajar mengajar hingga September mendatang.

4. Inggris

Sejak kemunculan kasus pertama pada 31 Januari 2020 lalu, pada 23 Maret, Inggris memutuskan untuk menerapkan lockdown.

Namun, melihat angka penyebaran virus yang perlahan mulai menurun, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memutuskan untuk melonggarkan penerapan lockdown. Meski begitu, banyak warga Inggris yang masih enggan untuk bepergian atau sekadar ke luar rumah karena takut terinfeksi Covid-19.

5. Spanyol

Pada 25 April 2020, Spanyol sudah melonggarkan kebijakan lockdown. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan kebijakan pelonggaran lockdown tersebut sudah berjalan sejak dua minggu dari pertengahan April lalu, karena angka penularan corona terus menurun.

6. India

Sejak 25 Maret, India memutuskan untuk menerapkan lockdown dengan sanksi tegas bagi para pelanggarnya. Namun, satu bulan kemudian, pemerintah India mulai melonggarkan lockdown dengan memperbolehkan toko-toko kecil untuk kembali beroperasi dengan syarat jumlah karyawan yang datang tak boleh lebih dari 50 persen dan tetap menerapkan physical distancing.

Kendati penerapan lockdown sudah dilonggarkan, India tetap tidak mengizinkan toko-toko yang berada di mal dan pasar untuk beroperasi hingga masa lockdown berakhir pada Minggu, 3 Mei 2020.

7. Prancis

Prancis berencana melonggarkan lockdown mulai 11 Mei 2020 mendatang. Sejumlah pasar hingga sekolah akan kembali beroperasi seperti biasa. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan masker dan para pekerja diminta untuk tetap bekerja dari rumah.

8. Austria

Sejak 14 April 2020, Austria sudah melonggarkan kebijakan lockdown dengan mengizinkan sejumlah toko, salon kecantikan, pusat perbelanjaan, dan supermarket untuk kembali beroperasi. Namun, hal tersebut dilakukan dengan syarat penerapaan physical distancing bagi pengunjung dan karyawan yang bekerja.

9. Selandia Baru

Selandia Baru berhasil menekan angka korban penularan virus corona sejak opsi lockdown mulai diterapkan pada awal Maret lalu. Kini, kebijakan tersebut mulai dilonggarkan. Beberapa toko dan restoran pun sudah mulai dibuka.

10. Afrika Selatan

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah melonggarkan kebijakan lockdown sekitar akhir April 2020 lalu.

Sebelumnya, Afrika Selatan sudah menerapkan lockdown sejak 27 Maret lalu. Aturan tegas ditetapkan bagi pelanggar kebijakan. Izin ke luar rumah hanya diberikan untuk keperluan membeli bahan pangan dan obat-obatan. Selain itu, sekitar 73 ribu personel juga ditugaskan untuk berjaga agar masyarakat tetap di dalam rumah.

11. Australia

Seiring menurunnya jumlah kasus Covid-19, pemerintah Australia mulai melonggarkan kebijakan lockdown sejak akhir April 2020. Beberapa tempat wisata seperti pantai mulai dibuka untuk warga setempat.

Sebelumnya, Australia sudah menerapkan lockdown secara parsial dengan menutup akses perbatasan dalam dan luar negeri. Selain itu, sejak 25 Maret, beberapa aktivitas ekonomi juga ditiadakan.

12. Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memutuskan untuk melakukan pelonggaran kebijakan lockdown pada Senin, 4 Mei 2020. Beberapa tempat usaha pun akan kembali beroperasi.

Namun, beberapa langkah pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 lainnya masih diterapkan. Malaysia tetap melarang warganya untuk mudik Hari Raya Idul Fitri. Setiap warga juga diwajibkan untuk mengenakan masker dan menerapkan physical distancing.

13. Swiss

Swiss melakukan pelonggaran lockdown melalui tiga tahapan. Tahapan pertama dimulai pada 27 April 2020 dengan membuka kembali sejumlah layanan personal, seperti, pangkas rambut, salon kecantikan, dan sebagainya dengan pengunjung yang terbatas.

Pada tahapan kedua, tepatnya pada 11 Mei mendatang, Swiss rencananya akan kembali mengaktifkan proses belajar mengajar di tiap-tiap sekolah. Pada, tahapan terakhir, sejumlah lokasi kumpul akan kembali dibuka pada 8 Juni mendatang.

14. Amerika Serikat

Guna menstabilkan kembali perekonomian negara, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk melonggarkan penerapan lockdown. Negara dengan jumlah kasus penularan virus corona tertinggi ini telah melakukan pelonggaran lockdown sejak awal Mei 2020. Keputusan tersebut banyak menuai pertentangan dari para gubernur.

15. Jerman

Pada pertengahan April 2020, pemerintah Jerman telah mengumumkan untuk melakukan pelonggaran lockdown. Beberapa toko pun mulai dibuka. Namun, para wisatawan masih dilarang untuk berkunjung hingga 14 Juni mendatang.

16. Norwegia

Pada 27 April 2020, Norwegia sudah melonggarkan kebijakan lockdown dengan membuka sejumlah sekolah dan universitas. Pemerintah juga telah mencabut larangan untuk tinggal di rumah.

17. Republik Ceko

Pada 20 April hingga 8 Juni 2020 mendatang, pemerintah Ceko melonggarkan kebijakan lockdown. Beberapa sektor bisnis dan pasar mulai beroperasi. Warga setempat juga diperbolehkan untuk melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dengan syarat melakukan karantina mandiri selama 14 hari usai melakukan perjalanan.

18. Nigeria

Sejak memberlakukan lockdown pada 30 Maret 2020 lalu, pemerintah Nigeria kini telah melonggarkan kebijakan tersebut khususnya di tiga kota besar, yaitu Kota Lagos, Abuja, dan Ogun. Warga di tiga kota tersebut diperbolehkan untuk kembali bekerja, berolahraga, dan melakukan aktivitas-aktivitas ruang publik lainnya.

19. Mesir

Meski angka kasus Covid-19 di Mesir masih menunjukan peningkatan, namun pemerintah Mesir memutuskan untuk melonggarkan kebijakan lockdown. Hal itu dilakukan untuk menyambut datanganya bulan Ramadan 1441 hijriyah.

Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengizinkan sejumlah kegiatan bisnis dan jam malam akan dipangkas. Namun, masjid dan sejumlah kegiatan keagamaan tetap dilarang untuk sementara waktu.

20. Denmark

Pemerintah Denmark melakukan pelonggaran kebijakan lockdown secara bertahap. Setelah membuka sejumlah instansi pendidikan pada pertengahan April lalu, pada 10 Mei mendatang, Denmark berencana akan kembali mengaktifkan kegiatan belajar di sekolah-sekolah menengah atas.

Kendati demikian, Denmark masih tetap menerapkan pembatasan lainnya seperti menutup pusat perbelanjaan, melarang pertemuan yang melibatkan 10 orang atau lebih, dan pembatasan perjalanan internasional. (*)

Redaksi
Redaksi Selasa, 05 Mei 2020 18:31
Komentar