Survei Ungkap Kepuasan Warga Tembus 80 Persen, Kinerja MULIA Diapresiasi
TEBARAN.COM,MAKASSAR – Kinerja Pemerintah Kota Makassar pada periode awal kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menuai apresiasi. Sejumlah indikator menunjukkan tren positif, baik dari sisi pelayanan publik, persepsi masyarakat, hingga pengakuan di tingkat nasional dan internasional.
Pengamat kebijakan publik dari Parameter Publik Indonesia, Ras MD, menilai pemerintahan MULIA mampu menunjukkan kinerja yang efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat dalam waktu relatif singkat.
“Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, tren kinerja Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan arah positif. Program-program yang dijalankan tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga memberikan dampak nyata,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurut Ras, arah kebijakan dan implementasi program pemerintahan saat ini berada di jalur yang tepat. Hal tersebut tercermin dari indikator yang menunjukkan kejelasan arah kebijakan, pelaksanaan program yang terukur, serta dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari sisi pelayanan publik, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tercatat sebesar 8,76 dengan kategori mutu pelayanan “sangat baik”.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan perbaikan kualitas layanan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Ras menilai peningkatan tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam pola pelayanan pemerintah yang kini semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, dari sisi persepsi publik, survei kebijakan pada Februari 2026 mencatat tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,01 persen atau masuk kategori tinggi.
Capaian ini menggambarkan bahwa mayoritas warga merasakan langsung manfaat kebijakan pemerintah.
“Tingginya kepuasan publik ini tidak lepas dari konsistensi realisasi program prioritas,” katanya.
Sejumlah program yang dinilai berkontribusi antara lain penataan kota melalui penertiban parkir liar, pembenahan kawasan publik, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) yang kini lebih tertib dan terarah.
Selain itu, kinerja Pemerintah Kota Makassar juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pada April 2026, melalui Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) oleh Kementerian Dalam Negeri, Makassar ditetapkan sebagai daerah dengan status kinerja tinggi dengan skor 3,6171.
Penilaian tersebut mencakup berbagai indikator, mulai dari capaian pembangunan daerah seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan, tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, hingga inovasi program unggulan.
“Makassar menunjukkan performa unggul dan menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang meraih predikat kinerja tinggi,” ungkap Ras.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemangku kepentingan, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Di bidang sosial, Makassar juga mencatat kemajuan signifikan. Berdasarkan data SETARA Institute tahun 2026, Kota Makassar masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia dengan menempati peringkat ke-9.
Capaian ini meningkat tajam dibanding Indeks Kota Toleran (IKT) 2024, di mana Makassar berada di posisi ke-52. Pada IKT 2025 yang diumumkan tahun 2026, posisi tersebut melonjak 43 peringkat ke posisi ke-9 nasional.
Di level internasional, Makassar juga menorehkan prestasi melalui program Revitalizing Informal Settlements and Their Environment (RISE) yang masuk dalam lima besar proyek terbaik dunia pada ajang WRI Ross Center Prize for Cities di New York, April 2026.
Ajang tersebut diikuti sekitar 300 kota dari berbagai negara, sebelum akhirnya menetapkan lima finalis dengan inovasi terbaik di bidang lingkungan dan pembangunan kota berkelanjutan.
“Dengan berbagai capaian ini, Makassar tidak hanya menunjukkan kemajuan, tetapi juga percepatan pembangunan dengan arah yang jelas, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
