Logo Header

Keutamaan Besar Puasa Sunnah Syawal, Seperti Puasa Setahun Penuh

Nuri
Nuri Selasa, 24 Maret 2026 15:19
Keutamaan Besar Puasa Sunnah Syawal, Seperti Puasa Setahun Penuh

TEBARAN.COM,MAKASSAR — Bagi umat muslim, berakhirnya Ramadan bukanlah akhir dari rangkaian ibadah. Terdapat satu anjuran ibadah yang memiliki keutamaan besar untuk menjaga konsistensi ketakwaan, yakni puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Ibadah ini merupakan pelengkap sekaligus penyempurna dari puasa wajib yang telah dijalankan selama sebulan penuh. Secara normatif, puasa Syawal dapat dilaksanakan segera setelah hari raya Idulfitri, baik secara berturut-turut maupun berselang hari selama masih dalam lingkup bulan Syawal.

Pentingnya ibadah ini didasarkan pada landasan dalil yang kuat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh mayoritas ahli hadis, Rasulullah SAW memberikan tamsil pahala yang sangat besar bagi mereka yang menyambung Ramadan dengan enam hari di bulan Syawal.

Puasa sunnah di bulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Ibadah ini biasanya dilakukan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Berikut beberapa keutamaannya:

1. Seperti puasa Setahun Penuh
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berpuasa Ramadhan lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena dalam ajaran Islam, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.

2. Penyempurna puasa Ramadhan
Puasa Syawal menjadi pelengkap atau penyempurna ibadah puasa di bulan Ramadhan. Jika selama Ramadhan terdapat kekurangan, maka puasa sunnah ini dapat menutupinya.

3. Tanda Diterimanya Ibadah
Salah satu tanda amal diterima adalah adanya keinginan untuk terus beribadah setelahnya. Melanjutkan puasa dengan puasa Syawal menunjukkan konsistensi dalam ketaatan.

4. Mendapatkan Cinta Allah
Ibadah sunnah, termasuk puasa Syawal, merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga mendapatkan kasih sayang dan ridha-Nya.

5. Melatih Konsistensi dan Keikhlasan
Puasa setelah Ramadhan melatih kita agar tetap disiplin dan tidak kembali pada kebiasaan buruk, sekaligus menjaga keikhlasan dalam beribadah.

Cara Pelaksanaan
– Dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal (boleh berurutan atau tidak).

– Niat dilakukan di malam hari atau sebelum menjalankan puasa.

– Lebih utama dikerjakan setelah tanggal 2 Syawal. (*)

Nuri
Nuri Selasa, 24 Maret 2026 15:19
Komentar