Logo Header

Kapolrestabes Makassar Larang, Perang Senjata Mainan Picu Tawuran dan Pidana

Nuri
Nuri Senin, 02 Maret 2026 18:21
Kapolrestabes Makassar Larang, Perang Senjata Mainan Picu Tawuran dan Pidana

TEBARAN.COM,MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat soal perang senjata mainan selama Ramadan yang meresahkan. Polisi mewanti-wanti permainan tersebut memicu ketersinggungan hingga menyebabkan terjadinya perang kelompok.

“Bisa menimbulkan ketersinggungan dan terjadi perang kelompok,” ujar Arya Perdana kepada Awak Media Senin, (2/3/2026).

Senjata mainan dengan peluru jeli dan butiran plastik keras ini kerap dimainkan di lorong-lorong hingga jalan protokol di Makassar. Dia menyebut aksi remaja tidak bertanggung jawab sambil konvoi ini banyak dikeluhkan warga.

“Kami sudah menerima banyak komplain dari masyarakat terkait permainan masyarakat khususnya remaja-remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan senapan ini untuk main perang-perangan di jalan sehingga mengganggu ketenangan masyarakat terutama yang melintas,” ujarnya.

Arya mengaku jajarannya telah melakukan patroli membubarkan para remaja yang terlibat setiap hari. Selain memberi pemahaman ke remaja dan orang tuanya, sejumlah senjata mainan juga telah disita.

“Kita setiap hari melaksanakan patroli untuk membubarkan mereka,” katanya.

Polisi dalam sosialisasi kepada warga, lanjut Arya, telah mengingatkan bahwa senjata mainan itu berbahaya jika disalahgunakan. Seperti bisa menyebabkan kebutaan saat terkena mata hingga berujung pidana bagi pelakunya.

“Senjata itu memang senjata mainan tapi kalau kena mata bisa buta atau terkena masyarakat yang sedang mengendarai motor lalu hilang keseimbangan dan jatuh akan mengakibatkan laka lantas bisa luka bisa juga meninggal dunia. Yang tadinya tidak ada pidana justru ada pidana,” terangnya.

Mengantisipasi hal itu, Arya mengimbau untuk menghindari peperangan dengan senjata mainan itu. Dia menegaskan senjata mainan itu tidak boleh digunakan di jalan umum yang mengganggu aktivitas warga.

“Maka saya menghimbau untuk menghindari dan tidak melakukan perang-perangan dengan senjata omega ini terutama di jalan umum yang mengganggu masyarakat,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin geram dengan fenomena ini. Appi menilai tren tembak-tembakan dengan peluru jeli dan butiran plastik itu sudah berlebihan dan tidak bisa dibiarkan.

“Iya itu saya minta persoalan ini jangan dianggap main-main,” kata Appi kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026.)

Appi menilai permainan ini sudah di luar batas kewajaran karena dilakukan dengan saling kejar-kejaran pakai motor. Dia meminta semua pihak melakukan pencegahan.

“Penggunaannya juga kadang-kadang sudah berlebihan, dipakai di atas motor tembak-tembak dari atas motor menurut saya ini persoalan yang tidak bisa dibiarkan, harus semua pihak harus mampu menahan,” Ujarnya.

Nuri
Nuri Senin, 02 Maret 2026 18:21
Komentar