MAKI Sulsel Waspadai Peredaran Narkoba Masuk Lorong Permukiman Makassar
TEBARAN.COM,MAKASSAR — Ancaman narkoba di Kota Makassar tidak lagi hanya berkutat di tempat-tempat tersembunyi. Peredarannya kini disebut semakin dekat dengan lingkungan warga, bahkan berpotensi menyusup hingga ke lorong-lorong permukiman. Kondisi itu menjadi perhatian serius dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar MAKI Sulawesi Selatan di Kecamatan Manggala, Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba”, kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW, hingga organisasi kepemudaan untuk menyatukan langkah menghadapi ancaman narkotika yang dinilai semakin kompleks.
Ketua MAKI Sulsel melalui Fadel Muhammad menegaskan perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, keluarga dan lingkungan harus menjadi benteng pertama agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
MAKI Sulsel mendorong tiga strategi utama, yakni memperkuat ketahanan keluarga, mengaktifkan sistem keamanan lingkungan, serta memperbanyak kegiatan produktif bagi anak muda. Langkah ini dinilai penting untuk menutup ruang masuk narkoba ke tengah masyarakat.
Camat Manggala Ahmad mengungkapkan pemerintah kecamatan menaruh perhatian khusus terhadap persoalan tersebut. Dengan cakupan 79 RW dan 437 RT, seluruh elemen masyarakat didorong terlibat aktif dalam pengawasan lingkungan hingga tingkat lorong.
Menurut Ahmad, pengawasan orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah anak-anak dan remaja terlibat penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan yang berpotensi merusak masa depan mereka.
Peringatan yang lebih keras datang dari aparat kepolisian. Kapolsek Manggala mengungkapkan bahwa pola peredaran narkoba kini semakin sulit dideteksi karena memanfaatkan teknologi komunikasi dan metode tempel barang di titik-titik tertentu. Modus tersebut membuat pelaku dan pembeli sering kali tidak perlu bertemu langsung.
Sementara itu, Ketua Pembina MAKI Sulsel, Andi Yusri Maliang, menyebut Kecamatan Manggala masuk dalam wilayah yang membutuhkan perhatian khusus berdasarkan pemetaan yang dilakukan lembaganya. Karena itu, Manggala menjadi salah satu fokus sosialisasi yang digelar MAKI di 15 kecamatan se-Kota Makassar.
Data yang dipaparkan narasumber dari Polrestabes Makassar memperlihatkan ancaman tersebut bukan isapan jempol. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 250 kasus narkotika telah ditangani, melibatkan pengguna, pengedar hingga bandar dari berbagai usia. Fakta itu menjadi alarm bahwa perang melawan narkoba belum berakhir dan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan lorong tempat masyarakat hidup sehari-hari.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
