Logo Header

Ratusan Santri Asal Sulsel Dari Ponpes Al-fatah Magetan Jatim Jalani Rapid Tes

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaRabu, 15 April 2020 11:25
Santri Pondok Al-fatah Magetan, Jawa Timur jalani rapid tes di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu 15 April 2020.
Santri Pondok Al-fatah Magetan, Jawa Timur jalani rapid tes di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu 15 April 2020.

RAGAM.ID, MAKASSAR – Ratusan santri Pondok Pesantren Al-fatah Magetan, Jawa Timur jalani rapid tes di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu 15 April 2020. Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Pencagahan Covid-19, turut hadir memantau langsung proses rapid tes tersebut.

Nurdin menjelaskan, penjemputan ratusan santri ini merupakan langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel.

“Hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan kedatangan adek-adek kita dari Jawa Timur terutama dari pesantren. Kita ingin pastikan bahwa mereka kembali ke keluarga dalam kondisi sehat tanpa Covid-19,” kata Nurdin Abdullah di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu 15 April 2020.

“Makannya kita rapid tes apa ingin kita capai ? Kita ingin memotong rantai penularan itu. Karena Makassar ini betul-betul lokal transmisi kita tidak ingin lagi ada yang membawa virus masuk ke Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin turut hadir memantau langsung proses rapid tes

Ia, mengaku bersama-sama dengan Pangdam Hasanuddin, Kapolda Sulsel, KABINDA Sulsel, Dinas Perhubungan Sulsel, Dinas Kesehatan Sulsel, dan seluruh elemen lainnya bergotong royong membantu memotong rantai penularan Covid-19.

“Makanya kita secara bersama-sama, betul-betul menjaga pintu masuk, terutama Bandara dan Pelabuhan. Jadi ini akan datang dari Jawa Timur kurang lebih 760, pagi ini ada 176 dari Jawa timur yang akan masuk ke sini,” jelasnya.

Pihaknya, akan berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten kota untuk melakukan pendampingan terhadap warganya dengan bentuk isolasi mandiri selama 14 hari.

“Makanya kita pastikan setelah ini kita akan kirim datanya ke semua kepala daerah bupati walikota sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan (Covid-19). Mereka akan melakukan isolasi mandiri di rumah, karena kita punya data lengkap nama dan alamatnya. Seluruh daerah-daerah itu karantina mandiri di rumah selama 14 hari nggak boleh, itu sudah menjadi pendampingan,” urainya.

Ia menambahkan, semua santri dari Jawa Timur ini setalah dilakukan rapid tes, Alhamdulillah semua semua dalam keadaan sehat dan memiliki sistem imun tubuh yang bagus.

“Alhamdulillah semuanya negatif lewat rapid tes. Ini sesuatu penanda bahwa kemungkinan imunitas lebih bagus, dan kalau kita lihat dari hasil tesnya berarti imunitas tubuhnya lebih bagus,” pungkasnya.

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaRabu, 15 April 2020 11:25
Komentar