Logo Header

[OPINI] Appakabaji Appi-Rahman: Upaya Ta’awun Untuk Kota Makassar

Redaksi
RedaksiMinggu, 20 September 2020 15:34
[OPINI] Appakabaji Appi-Rahman: Upaya Ta’awun Untuk Kota Makassar

Asratillah

(Tim Jubir Appi-Rahman)

RAGAM.ID, MAKASSAR – Kontestasi Pilwali Kota Makassar yang akan berlangsung 9 Desember mendatang, secara resmi akan menyajikan pertarungan dari empat pasangan calon (paslon). Satu diantaranya ialah Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).

Dalam pidato deklarasinya beberapa waktu lalu, paslon yang mengusung tagline ‘Makassar Bangkit’ ini, memperkenalkan empat pilar pembangunan Kota Makassar, yang terdiri dari yakni Pilar Kesejahteraan, Pilar Keadilan, Pilar Kebudayaan dan Pilar Keberlanjutan. Keempat pilar itu selanjutnya diberima nama “APPAKABAJI”.

Salah satu pilar yang menarik untuk disimak ialah Pilar Kesejahteraan. Pada pilar ini, Appi-Rahman menawarkan empat program andalan, yakni (1) menjadikan Kota Makassar sebagai Zona Hijau Covid di 100 hari pertama pemerintahan, (2) modal usaha bagi 10.000 UMKM, (3) pelatihan dan penyaluiran 10.000 tenaga kerja siap pakai, dan (4) pembinaan 5000 usaha unggulan berbasis RW.

Keempat program andalan itu, konsisten dengan batang tubuh pidato politik yang dibacakan pasangan Appi-Rahman dalam dideklarasinya, yang secara substansial menyampaikan dua pesan utama, yakni total dalam memerangi Covid-19, dan segenap tenaga memulihkan (recovery) kondisi perekonomian Makassar pasca Pandemi.

Jika menyaksikan pengalaman berbagai kota-kota besar yang ada di dunia, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perang terhadap covid-19 mesti sejalan seirama dengan pemulihan ekonomi. Mengapa demikian? Karena jika tidak, maka kita akan berada di ambang dua krisis yang sama bahayanya yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Semisal, kasus di India tempo hari. Kericuhan sosial dan kerusuhan berbau SARA pecah, hanya karena kebijakan karantina wilayah dijalankan tidak seirama dengan upaya pemulihan ekonomi. Bahkan jika kita mencermati lebih lanjut sebenarnya pandemi Covid-9 sangat erat kaitannya dengan pola pembangunan kota-kota besar di dunia yang tak selaras dengan prinsip-prinsip ekologis.

Komitmen pasangan Appi-Rahman untuk menjadikan Makassar sebagai Zona Hijau di 100 hari pertama pemerintahan bukanlah hal yang mustahil, selama adanya koordinasi yang mantap di antara lembaga terkait dan segenap stakeholder yang ada, serta kapasitas leadership dari kepala daerah itu sendiri.

Karena jika kita belajar dari pengalaman Kota New-York yang berhasil melandaikan grafik jumlah orang yang terinfeksi covid-19. Itu semua tidak terlepas dari kepemimpinan dan komunikasi politik yang sangat apik dari gubernur Cuomo. Kebijakan yang sifatnya teknis dalam penanganan Covid-19 sangatlah penting, tetapi aspek kepemimpinan (leadership) juga punya peran yang sangat vital, terutama dalam menjahit tekad bersama warga kota untuk sama-sama menegakkan protokol kesehatan.

Upaya Appi-Rahman untuk memerangi Covid-19 sambil memulihkan situasi perekonomian kota, bagi saya adalah sebuah upaya untuk “ta’awun alal birri…”(saling tolong menolong berbuat kebajikan) untuk Kota Makassar. Bahkan hal ini dapat dikatakan sebagai prasyarat utama, agar Kota Makassar keluar dari segala kesulitan dan tantangan dan bisa bangkit menjadi kota yang sejahtera, adil, berbudaya dan berkelanjutan.

Sehingga, sudah seyogyanya bagi para kandidat untuk saling bersaing menggunakan visi mereka untuk Kota Makassar kedepannya. Atau, mari kita berhenti sejenak untuk membicarakan atau memberitakan perihal yang membuat kita saling benci dan bermusuhan. Sebuah upaya untuk mengubah wajah demokrasi kita menuju semakin dewasa. Sehingga para pemilih menjatuhkan pilihannya berdasarkan pertimbangan rasional, sebagai konsekuensi dari timbang-menimbang mereka terhadap visi, misi dan program yang ditawarkan para kandidat untuk publik Makassar.

Redaksi
RedaksiMinggu, 20 September 2020 15:34
Komentar