Logo Header

Soal PSBB, Gubernur Sulsel Fokus Atasi Episentrum di Tiga Wilayah

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaSelasa, 07 April 2020 17:54
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah

RAGAM.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah memilih fokus mengatasi episentrum penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros. Meskipun, ada peraturan menteri kesehatan nomor 9 tahun 2020, tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun kata Nurdin Abdullah tidak semua wilayah memiliki kesamaan.

Nurdin Abdullah mengatakan, sebelum PSBB itu dibuat sebagian Sulsel sudah melakukan beberapa langkah-langkah yakni dengan liburkan sekolah, bekerja dari rumah physical distancing dan sosial distancing.

“Tapi sebagian saya ingin sampaikan kepada kita semua, kita harus berhati-hati memperlakukan (PSBB) di Sulsel, karena tidak semua wilayah sama dari 24 kabupaten kota episentrum penyebaran mulai dari Makassar daerah penyangga kita Gowa dan Maros. Nah ini sekarang kita fokus disini. Kita jangan lupa bahwa Sulsel ini adalah penyangga pangan nasional,” jelas Nurdin Abdullah saat video conference dengan awak media, Selasa, 7 April 2020.

Menurut dia, alasan untuk memilih episentrum di beberapa daerah saja bukan tanpa alasan, sabab Sulsel memiliki wilayah yang sangat berbeda. Lebih-lebih Sulsel memang menjadi daerah penyangga pangan nasional.

“Bagaimana nantinya kalau semua petani kita di rumahkan?. Sekarang ini lagi musim tanam. Jangan-jangan justru bukan corona yang membunuh kita tapi kita mati kelaparan,” urainya.

“Jadi ini mungkin perlu kita pikirkan bersama. Jadi sekarang ini inovasi daerah ini penting. Bagaimana daerah masing-masing melakukan inovasi nah khusus Makassar sebagai episentrum penularan, tentu kita lebih tegas lagi memberlakukan (Aturan pencegahan Covid-19),” lanjutnya.

Sejauh ini kata dia, Gugus tugas Covid-19 terus melakukan upaya untuk mencegah penularan Covid-19 di Sulsel.

“Gugus tugas Covid-19 lagi melakukan pemetaan beberapa wilayah yang memang menjadi pusat penularan ini yang akan kita stresing. Kita coba lakukan isolasi wilayah, apakah mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan. Tapi ini ada resikonya tidak mungkin orang dirumahkan tanpa diberikan bekal,” tutupnya.(*)

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaSelasa, 07 April 2020 17:54
Komentar