Logo Header

Strategi Pemkot Makassar Dongkrak Perekonomian Triwulan III

Redaksi
RedaksiKamis, 10 September 2020 21:52
Strategi Pemkot Makassar Dongkrak Perekonomian Triwulan III

Makassar – Pakar ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Marzuki Dea mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi memasuki fase pemulihan. Ekonomi Kota Makassar pun diprediksi bakal mulai membaik pada triwulan ketiga 2020.


Hal ini diungkap sebagai dampak beberapa pelonggaran yang dilakukan pemerintah, sehingga perbaikan mulai terjadi di sektor perdagangan dan transportasi.

“Prediksi ekonomi Makassar, triwulan III hanya di angka minus 1,5 persen. Meski masih minus tapi sudah ada perbaikan dari periode sebelumnya yang minus 3 persen,” ujar Marzuki, pada dialog rutin yang digelar bagian humas Pemkot Makassar di Shox Coffe, Senin (7/9/2020).

Olehnya itu, Marzuki menekankan kepada Pemkot Makassar jika ingin menggerakkan perekonomian, setidaknya harus menyelesaikan permasalahan di sektor yang terdampak besar.


“Pemkot hanya perlu menyelesaikan 7 persoalan sub sektor yang jatuh itu. Seperti penyediaan akomodasi makanan, transportasi, pergudangan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa keuangan. Kalau ini positif, pasti akan mendongkrak ekonomi Makassar,” paparmya.


Dengan begitu, Marzuki mewanti-wanti adanya inflasi pada periode selanjutnya sehingga Pemkot Makassar harus mempertahankan sektor yang rentan mengalami penurunan.


“Jadi kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh pemerintah sebaiknya mempertahankan. jangan sampai jatuh lagi, karena ekonomi kemarin itu dari 6,7 persen turun jadi minus 3. Itu signifikan sekali. saya yakin periode selanjutnya jatuh lagi,” ujarnya.


Kepala sub bidang pangan dan pertanian Bappeda Kota Makassar, A.E Arifianto, memaparkan strategi dilakukan Pemkot Makassar dalam rangka pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian harga khususnya bahan makanan dengan memastikan stok dan distribusinya.

Selain itu juga, ketersediaan sarana dan prasarana produksi bagi petani dan pasokan bahan bakar untuk nelayan akan dijaminkan.


“Sinergi antara lembaga pemerintah kita juga perkuat. Melalui TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), kami secara rutin memeriksa pergerakan harga bahan pokok di pasaran,” jelas Arifianto.


Pada sektor usaha pun, kata Arifianto tetap menjadi perhatian pemerintah dengan memberikan insentif kemudahan dan jaminan keamanan.

Redaksi
RedaksiKamis, 10 September 2020 21:52
Komentar