Logo Header

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pemkot Makassar Belum Wacanakan PSBB

Redaksi
RedaksiKamis, 10 September 2020 20:29
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pemkot Makassar Belum Wacanakan PSBB

RAGAM.ID, MAKASSAR— Kasus Covid-19 di Makassar kembali meningkat. Berdasarkan data pada Rabu 9 September 2020, terdapat penambahan kasus terpapar covid-19 sebanyak 138 orang.

Sementara jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Makassar sebanyak 7.241 orang.

Meski demikian, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sejauh ini belum berencana untuk kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita belum memikirkan akan memberlakukan kembali PSBB, karena itu akan mempengaruhi perputaran ekonomi kita,” kata Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, Kamis 10 September 2020.

Rudy menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

Rudy Djamaluddin menyebut penambahan jumlah kasus disebabkan lantaran terjadi penundaan pemeriksaan sampel di beberapa laboratorium.

“Ini efek adanya penundaan pengetesan sampel yang ada di laboratorium. Sehingga terjadi penumpukan. Tentu berdampak pada angka Rt itu sendiri,” kata Rudy.

Rudy menambahkan telah mengerahkan tim khusus untuk mendeteksi penyebab lonjakan kasus beberapa hari terakhir.

“Tim epidemologi kita sedang bekerja memantau secara ketat. Apakah terjadi peningkatan penularan di tengah masyarakat atau hanya akibat tertundanya data-data yang terkumpul akibat lambannya pengetesan,” tambahnya.

Rudy menilai data yang masuk saat ini masih bersifat anomali. Ia mengartikan bahwa kasus bisa saja mengalami peningkatan hari ini, namun besoknya bisa juga turun dan terkendali.

“Kalau kita lihat ini masih anomali datanya. Kemarin-kemarin itu cuman 6 kasus. Itu akibat penundaan. Maka kita akan lihat dalam satu minggu ini. Tapi kita tetap akan perketat protokol kesehatan khususnya daerah episentrum,” katanya.

Rudy juga menyebut, banyak warga yang menganggap pandemi sudah berakhir dengan kembali berkumpul atau berkerumun di banyak tempat, terutama di malam hari.

“Hasil rapat kemarin, penularan itu banyak di malam hari seperti pesta pernikahan kemudian di rumah makan, warkop-warkop. Itu kita tetap pertegas,” ujar Rudy.

Sementara, Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin Makassar, Ansariadi sebelumnya memaparkan laju penyebaran Covid-19 di Kota Makassar mengalami kenaikan.

Hal ini terlihat melalui analisis angka reproduksi efektif (Rt) telah menyentuh 1,1. Pekan sebelumnya, tim gugus tugas melaporkan angka reproduksi Covid-19 di Makassar berada di bawah satu, yakni 0,81.

Ansariadi mengatakan penambahan angka reproduksi efektif disebabkan adanya lonjakan kasus.

Data terakhir, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 138 kasus. Sehingga jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Makassar sebanyak 7.241 kasus.

Dari jumlah tersebut, 5.046 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 260 orang meninggal dunia.

Redaksi
RedaksiKamis, 10 September 2020 20:29
Komentar