Pimpin Konsolidasi Golkar Makassar, Supriansa: Ibarat Kapal, Saya Nakhoda Menuju Musda!
TEBARAN.COM,MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Supriansa, bergerak cepat merapatkan barisan. Mengawali kepemimpinannya, Supriansa memimpin langsung konsolidasi dan silaturahmi organisasi bersama pengurus, Fraksi Golkar DPRD, pimpinan kecamatan (pincam), hingga jajaran kader di Sekretariat DPD II Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, Sabtu (10/10/2026).
Pertemuan mendadak namun krusial ini menjadi sinyal kuat dimulainya babak baru peta politik Golkar di Kota Daeng menuju Musyawarah Daerah (Musda).
Konsolidasi tersebut dihadiri langsung oleh 13 Pincam yang menyatakan komitmen penuh mendukung nakoda baru. Mereka di antaranya Pincam Ujung Tanah (Ibrahim Usman), Mamajang (Faisal Tahir), Tallo (H. Hasan), Panakkukang (Abd. Kahar), Rappocini (Junaedi), Biringkanaya (A. Lukmanul Hakim), Bontoala (Firmansyah), Sangkarrang (Haji Sahabuddin), Wajo (Agus Asri), Tamalanrea (Haji Ali), Mariso (Hery Daeng Ngemba), dan Tamalate (Alamsyah). Sementara Pincam Ujung Pandang, Warni Saharuddin, berhalangan hadir karena berduka, serta Pincam Manggala dan Makassar berhalangan hadir.
Dari jajaran legislator DPRD Kota Makassar, hadir Anggota Fraksi Golkar A. Suharmika, Yulianto Badwi, dan Ismail. Turut mendampingi pula pengurus DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Juniar Arge.
Dalam arahannya yang lugas dan santai, Supriansa menegaskan amanah yang diembannya adalah memimpin kapal organisasi melaju menuju Musda serta menyatukan kader yang memiliki kesamaan visi.
“Saya diberi kesempatan berdasarkan AD/ART menjadi Plt Ketua Golkar Makassar, langsung silaturahmi. Mencari orang berpikiran sama menuju satu cita-cita. Ibarat kapal, saya nakhoda yang berlayar menuju Musda. Yang tidak sepaham tidak apa-apa, biasa terjadi di partai. Jangan baperan, kalau saya Plt, santai maki,” ujar Supriansa di hadapan para kader.
Supriansa juga mengajak seluruh pengurus untuk move on dan tidak berlarut-larut meratapi dinamika kepemimpinan era sebelumnya.
“Pak Appi adalah sahabat saya, apakah harus menangisinya berlarut-larut? Kita harus tetap semangat berlari meraih cita-cita partai. Tidak ada permusuhan, jangan ada kebencian. Ini langkah baru, saya harus menyusun ulang. Yang mau lari bersama, kita bergandengan tangan,” tegasnya.
Mantan Anggota DPR RI ini menilai Pincam sebagai fondasi utama partai di tingkat akar rumput. Ia mematok target tinggi untuk menaikkan raihan kursi Golkar di DPRD Makassar pada pemilu mendatang.
“Kita di Golkar saling menguatkan, jangan saling melemahkan. Pincam adalah tiang parpol di kabupaten/kota. Saya harap Pincam bekerja maksimal agar ada tambahan kursi nanti, dari 6 menjadi 9 kursi,” tuturnya optimistis.
Tak hanya urusan internal, Supriansa menginstruksikan Fraksi Golkar DPRD Makassar untuk mengawal jalannya roda pemerintahan daerah secara harmonis.
“Saya minta Fraksi Golkar tetap dukung Pemerintah Kota Makassar. Sering-sering berkomunikasi dengan Ibu Wawali, karena beliau representasi Golkar di Makassar. Tujuan parpol cuma satu: dapat dipercaya oleh masyarakat,” tambah Supriansa.
Mengakhiri arahannya, Supriansa membocorkan agenda besar partai yang dalam waktu dekat akan melantik Pengurus DPD I Golkar Sulsel pada tanggal 25 mendatang. Momen tersebut rencananya bakal dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar yang dijadwalkan menyapa kader di Kota Makassar. (*)
