Logo Header

Walkot Munafri Arifuddin Bagikan Kisah Kegagalan hingga Sukses Menangi Pilkada di Hadapan Mahasiswa Unhas

Ridwan
Ridwan Jumat, 22 Mei 2026 20:12
Walikota Makassar Munafri Arifuddin foto list.
Walikota Makassar Munafri Arifuddin foto list.

TEBARAN.COM,MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membagikan kisah perjalanan hidup, pengalaman karier, hingga perjuangannya di dunia politik dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam kuliah umum bertajuk “Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar”, pria yang akrab disapa Appi itu tidak hanya membahas pemerintahan dan pembangunan kota, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk berani bermimpi, membangun relasi, dan memiliki jiwa entrepreneurship.

Menurut Appi, kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan.

“Kesuksesan adalah perjalanan yang dibangun melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan. Tidak ada jalan pintas untuk mencapainya. Semua dibangun lewat perencanaan dan kebiasaan positif yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Ia menilai Kota Makassar membutuhkan lebih banyak entrepreneur karena pertumbuhan ekonomi daerah selama ini ditopang sektor perdagangan dan jasa.

“Kota ini tumbuh dari perdagangan dan jasa. Karena itu kita membutuhkan lebih banyak entrepreneur, lebih banyak pengusaha,” katanya.

Appi juga menyoroti pentingnya ilmu hukum dalam dunia usaha. Menurutnya, hukum menjadi fondasi sekaligus rambu-rambu dalam mengembangkan bisnis maupun karier profesional.

Hukum menjadi rambu-rambu kita dalam melangkah, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Partai Golkar Kota Makassar tersebut turut memaparkan kondisi jumlah entrepreneur di Indonesia yang dinilainya masih rendah dibandingkan negara lain.

Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintah, hukum, dan entrepreneurship menjadi kunci penting dalam pembangunan kota.

Pemerintahan membutuhkan inovasi untuk pelayanan publik, hukum menjamin inovasi tetap berada dalam koridor aturan, dan entrepreneurship membawa cara berpikir kreatif, cepat, serta solutif. Inilah yang disebut sinergi,” jelasnya.

Pernah Kalah dari Kotak Kosong

Dalam kuliah umumnya, Appi juga mengisahkan perjalanan politiknya yang penuh tantangan sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Makassar 2024 bersama Aliyah Mustika Ilham.

Ia mengaku pernah mengalami kekalahan menyakitkan saat maju pada Pilkada Makassar 2018 melawan kotak kosong. Panduan Kota & Daerah

“Tahun 2018 saya maju sebagai calon Wali Kota Makassar. Lawannya kotak kosong, dan saya kalah oleh kotak kosong,” ungkapnya.

Kekalahan tersebut sempat membuatnya terpukul hingga menghindari ruang publik selama berbulan-bulan.

“Selama tujuh bulan saya tidak pernah ke warung kopi. Bukan karena kalahnya, tapi malunya,” kenangnya.

Namun, Appi memilih bangkit dan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran. Pada Pilkada 2020, ia kembali maju bersama Rahman Bando di tengah pandemi COVID-19, meski kembali mengalami kekalahan.

“Tahun 2020 saya kalah lagi,” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak menyerah dan akhirnya berhasil memenangkan Pilkada Makassar 2024 dengan perolehan sekitar 54 persen suara.

“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya kepada mahasiswa.

Kuliah Sambil Jadi Penyiar Radio

Selain berbicara soal politik, Appi juga menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan ekonomi. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan harus membiayai kuliahnya sendiri setelah semester pertama.

“Saya masuk Fakultas Hukum, orang tua cuma membayar satu semester. Setelah itu sampai selesai saya bayar sendiri sambil bekerja sebagai penyiar radio,” ungkap alumni Fakultas Hukum Unhas tersebut.

Ia juga mengaku pernah mengalami kesulitan berbahasa Inggris saat mulai berkarier di dunia sepak bola profesional. Namun, pengalaman itu justru memotivasinya untuk terus belajar hingga dipercaya memimpin perusahaan dan menjadi perwakilan kehormatan Republik Kroasia di Indonesia.

“Kita harus punya tujuan hidup atau goals dan tahu bagaimana cara mencapainya. Kalau malas, kesempatan itu akan hilang. Tapi kalau mau belajar dan bekerja keras, kesempatan akan datang,” katanya.

Appi turut membagikan pengalamannya saat dipercaya memimpin PSM Makassar pada 2016 ketika klub tersebut tengah terpuruk akibat sanksi FIFA. Panduan Kota & Daerah

Ia mengaku melakukan perubahan besar mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain asing. Langkah tersebut perlahan membawa PSM bangkit hingga akhirnya meraih gelar juara Piala Indonesia 2019 setelah puasa trofi selama 19 tahun.

“Tahun 2019 setelah 19 tahun tanpa trofi, PSM akhirnya juara Piala Indonesia,” bebernya.

Di akhir kuliah umum, Appi mengajak mahasiswa Fakultas Hukum Unhas menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Mari jadikan Fakultas Hukum Unhas sebagai motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (*)

 

Penulis : Yusril Irhaz
Ridwan
Ridwan Jumat, 22 Mei 2026 20:12
Komentar