Logo Header

Transformasi Layanan BK SMPN 37 Makassar: Dari Pembinaan Responsif Menuju Inovasi Karakter dan Literasi

Nuri
Nuri Senin, 14 September 2026 13:57
Transformasi Layanan BK SMPN 37 Makassar: Dari Pembinaan Responsif Menuju Inovasi Karakter dan Literasi

TEBARAN.COM,MAKASSAR — Komitmen SMPN 37 Makassar dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif dan inklusif terus menunjukkan hasil nyata. Melalui peran strategis Guru Bimbingan dan Konseling (BK), sekolah ini menginisiasi dua program unggulan berbasis kebutuhan peserta didik: APPAKA BAJI untuk penguatan karakter, dan MA’BACA (Mari Belajar Membaca) sebagai kelas ekstra pendampingan literasi dasar, Senin (14/9/2026).

​Kedua program ini menjadi bukti konkret transformasi paradigma layanan BK di SMPN 37 Makassar—dari yang semula cenderung bersifat responsif penanganan masalah, kini bergeser menjadi langkah preventif, developmental, dan solutif.

​Program APPAKA BAJI dirancang khusus untuk menumbuhkan nilai-nilai etika, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kemampuan refleksi diri pada siswa. Sementara itu, MA’BACA hadir sebagai ruang intervensi intensif bagi peserta didik yang memerlukan pendampingan membaca secara bertahap dan terarah sesuai tingkat kemampuan masing-masing.

​Pengembangan kedua program tersebut berangkat dari pemetaan kondisi nyata di lapangan. Guru BK SMPN 37 Makassar membaca tantangan pendidikan secara cermat, lalu mengeksekusinya menjadi gerakan kontekstual yang humanis dan aplikatif.

​Inovasi ini sekaligus memperkuat posisi dan citra SMPN 37 Makassar sebagai satuan pendidikan yang adaptif terhadap dinamika generasi masa kini. Sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga secara konsisten membangun fondasi moral dan kompetensi dasar peserta didik.

​Lahir dari kepekaan terhadap persoalan nyata, APPAKA BAJI dan MA’BACA membuktikan bahwa gagasan kecil di lingkungan sekolah dapat menjelma menjadi gerakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui ikhtiar ini, SMPN 37 Makassar menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, literat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Nuri
Nuri Senin, 14 September 2026 13:57
Komentar