Wagub Sulsel Dorong Penguatan Data Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi di Soppeng
TEBARAN.COM,SOPPENG — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong penguatan akurasi data serta percepatan intervensi penanganan stunting dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Soppeng pada Senin, 10 Agustus 2026.
Fatmawati, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel, meninjau langsung pelayanan di UPTD Puskesmas Sewo. Ia menegaskan pentingnya data valid untuk menentukan bentuk intervensi gizi yang tepat target.
Fokus Penanganan Stunting
Akurasi Alat Antropometri: Wagub menginstruksikan Pemkab Soppeng segera melaporkan jika ada fasilitas kesehatan yang kekurangan alat ukur standar.
Target Nasional: Angka stunting Soppeng (26,6% berdasar data SSGI 2024) ditargetkan turun hingga di bawah rata-rata nasional (21%).
Bantuan & Evaluasi: Diserahkan paket bantuan gizi berupa susu yang disesuaikan usia anak. Evaluasi ketat akan dilakukan dalam rentang 1 hingga 3 bulan ke depan.
Penguatan Anggaran: Pemkab Soppeng didorong mengalokasikan dukungan program stunting yang lebih terintegrasi pada APBD 2027.
Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle, menyambut positif arahan tersebut. Pemkab Soppeng sendiri telah menggalakkan inovasi lokal dinamai Buras (Bujukan Rujukan Atasi Stunting) hasil kolaborasi kader Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah kecamatan.
Pemberdayaan Ekonomi dan Pertanian
Selain masalah gizi, kunjungan kerja ini menyasar penguatan ekonomi keluarga dan sektor pertanian di Soppeng:
Pemberdayaan Perempuan: Penyerahan bantuan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras di Dinas PPPA Soppeng untuk meningkatkan keterampilan perempuan. Wagub menegaskan agar bantuan tidak diperjualbelikan.
Dukungan Pertanian: Penyerahan bibit tanaman (cabai, rambutan, alpukat) serta mesin pompa air kepada lima kelompok tani di Dusun Bakke, Desa Ganra.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
