Logo Header

Putus Rantai Penularan TBC, Pemkot Makassar Gencarkan Terapi Pencegahan dan Tracing Massal

admintebaran
admintebaran Selasa, 11 Agustus 2026 13:36
Putus Rantai Penularan TBC, Pemkot Makassar Gencarkan Terapi Pencegahan dan Tracing Massal

TEBARAN.COM,​MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan berfokus pada pencegahan penularan di tingkat keluarga dan perluasan skrining lapangan. Langkah ini diambil menyusul masih rendahnya capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi warga yang tinggal serumah dengan pasien TBC.

​Berdasarkan evaluasi program Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun 2026, pemberian TPT kontak serumah baru menjangkau 516 orang dari target 72.240 orang, atau hanya sekitar 0,71 persen.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menegaskan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dengan mengobati pasien yang sudah sakit, tetapi harus dibarengi dengan proteksi bagi orang-orang terdekatnya.

​”Kendala utama yang sangat rendah di Kota Makassar adalah cakupan TPT kontak serumah. Karena itu, penelusuran kontak dan edukasi keluarga akan kami perkuat secara masif melalui puskesmas, kader kesehatan, komunitas, hingga faskes swasta,” ujar Nursaidah.

​Capaian Program Penanggulangan TBC Kota Makassar (Evaluasi 2026):

​Cakupan TPT Kontak Serumah: 0,71% (516 dari target 72.240 orang).

​Penemuan Terduga TBC: 57,11% (27.851 dari target 48.763 orang).

​Penemuan Kasus Terkonfirmasi: 61,53% (5.556 dari target 9.030 kasus).

​Keberhasilan Pengobatan Pasien: 82,40% (4.578 pasien sembuh/selesai berobat, dari target nasional minimal 90%).

​Perluas Tracing hingga 339 Titik

​Sebagai langkah konkret, Pemkot Makassar meluncurkan program tracing terintegrasi melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 339 titik wilayah kota yang berlangsung dari Agustus hingga November 2026.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajaran camat, lurah, hingga ketua RT/RW untuk terlibat aktif mengedukasi masyarakat.

​”Untuk menurunkan angka TBC dibutuhkan effort dan sosialisasi yang masif. Penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas kesehatan,” tegas Munafri.

Selain memperluas pemindaian di area padat penduduk dan kelompok rentan, Dinkes Makassar juga memperketat pendampingan pengobatan pasien TBC. Pengawasan dilakukan melalui peningkatan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) serta pemanfaatan teknologi digital seperti edukasi dan pantauan via WhatsApp guna mencegah risiko putus obat.

​Melalui penguatan dari hilir hingga hulu—mulai dari deteksi dini, terapi pencegahan kontak serumah, hingga pengobatan tuntas—Pemkot Makassar optimistis dapat memutus rantai penularan TBC secara berkelanjutan.

 

admintebaran
admintebaran Selasa, 11 Agustus 2026 13:36
Komentar