Logo Header

​Setahun Dikelola PemprovSulsel, Penumpang Trans Sulsel Tembus 1,15 Juta Orang

admintebaran
admintebaran Kamis, 25 Juni 2026 14:27
​Setahun Dikelola PemprovSulsel, Penumpang Trans Sulsel Tembus 1,15 Juta Orang

TEBARAN.COM,MAKASSAR – Sejak resmi diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Juni 2025, performa transportasi publik Andalan Trans Sulsel menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam kurun waktu satu tahun (Juni 2025 – 2 Juni 2026), layanan bus rapid transit (BRT) ini sukses melayani 1,15 juta penumpang di tiga koridor utama.

​Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, mengungkapkan bahwa lonjakan angka ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan dan penerimaan masyarakat terhadap transportasi massal yang aman, murah, dan efisien.

​”Ini capaian yang sangat baik. Masyarakat makin menjadikannya sebagai moda transportasi harian,” ujar Andi Erwin di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (24/6/2026).
​Ekspansi Koridor dan Digitalisasi Pembayaran
​Perjalanan Trans Sulsel dalam setahun terakhir mencatatkan sejumlah dinamika dan ekspansi penting:
​Awal Pengelolaan (Juni 2025): Pemprov Sulsel awalnya hanya mengoperasikan 2 koridor (Koridor 1 dan 2). Koridor 1 bahkan melampaui target layanan hingga 140% pada akhir 2025.

​Ekspansi 2026: Pemprov mengambil alih Koridor 5. Operasional diawali dengan uji coba gratis sebelum diterapkan sistem pembayaran non-tunai (cashless).
​Modernisasi Sistem: Sejak April 2026, sistem pembayaran elektronik resmi diberlakukan. Meski sempat ada penurunan penumpang karena fase adaptasi, langkah ini dinilai penting menuju transportasi modern yang terintegrasi.
​Rincian Tarif dan Layanan Khusus
​Sebagai bentuk keberpihakan pada masyarakat, Pemprov Sulsel memberlakukan skema tarif yang sangat terjangkau:

Kategori PenumpangTarif per Perjalanan
UmumRp4.600
Tarif Khusus (Pelajar, Mahasiswa, Lansia, Disabilitas)Rp2.000

Untuk mendapatkan tarif khusus, masyarakat cukup memverifikasi KTP dan Kartu Keluarga di beberapa titik, seperti Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar. Dishub Sulsel juga menggandeng Bank Sulselbar untuk mempermudah layanan isi ulang (top-up) kartu.

​Tantangan & Rencana ke Depan
​Meski mencatat rapor hijau, Andi Erwin tidak menampik adanya beberapa tantangan operasional di lapangan, antara lain: ​Keterbatasan lokasi top-up kartu pembayaran elektronik.
​Kemacetan lalu lintas yang kerap mengganggu ketepatan jadwal penjemputan.

​Namun, potensi pertumbuhan dinilai masih sangat besar. Jalur-jalur strategis seperti Koridor CPI (Center Point of Indonesia) dilaporkan selalu padat penumpang di setiap ritase.

​Saat ini, Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus yang melayani Koridor 1, 2, dan 5. Ke depan, Pemprov Sulsel berkomitmen untuk terus mengevaluasi layanan, meningkatkan kualitas armada, serta memperluas jangkauan rute demi mendukung mobilitas masyarakat yang berkelanjutan. (*)

 

admintebaran
admintebaran Kamis, 25 Juni 2026 14:27
Komentar