Logo Header

Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

Nuri
Nuri Senin, 15 Juni 2026 17:08
Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

TEBARAN.COM,MAKASSARMenteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran media massa dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial.
Hal itu disampaikannya dalam bincang-bincang bersama sejumlah media di Makassar yang turut dihadiri Ketua PWI Sulawesi Selatan terpilih, Suwardi Thahir, Minggu (14/6/2026).

Menurut Nasaruddin, media arus utama (mainstream) telah menunjukkan tingkat kematangan dan profesionalisme dalam menyajikan informasi kepada publik. Karena itu, masyarakat dinilai mampu membedakan informasi yang disajikan media yang menjalankan proses jurnalistik dengan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu terverifikasi.

“Media kita sudah sangat matang dan dewasa. Karena itu masyarakat bisa membedakan antara pemberitaan yang dibaca di media mainstream dengan yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa media, termasuk media sosial, seharusnya menjadi perekat dan pemersatu bangsa, bukan sarana yang memicu perpecahan demi mengejar popularitas atau sensasi.

“Media sosial harus menjadi perekat, pemersatu bangsa dan pemersatu Indonesia. Jangan sampai karena mengejar pemberitaan yang dianggap seksi, justru mengorbankan persatuan dan kesatuan kita. Yang rugi adalah kita semua, termasuk para wartawan,” katanya.

Nasaruddin juga mengajak insan pers untuk tetap berpegang pada idealisme jurnalistik dengan mengedepankan kepentingan bangsa. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi memberikan apresiasi, tetapi juga harus menyampaikan kritik yang konstruktif dan berimbang.

“Kalau hanya memberikan pembenaran tanpa kritik, itu juga bukan media yang kritis. Kita perlu asas keseimbangan. Apa yang perlu diperbaiki disampaikan secara wajar dengan bahasa yang baik, tetapi juga harus memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang memang sudah berjalan baik,” tuturnya.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membangun cara pandang masyarakat yang objektif. Melalui pemberitaan yang berimbang, publik dapat memahami kebijakan yang layak diapresiasi maupun aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

Lebih lanjut, Menag menyoroti berbagai potensi yang dimiliki Indonesia saat ini. Dari sisi ekonomi, stabilitas nasional hingga kerukunan masyarakat, Indonesia dinilai berada dalam kondisi yang sangat baik untuk terus berkembang.

“Indonesia sekarang memiliki potensi yang luar biasa. Dari segi perekonomian, stabilitas nasional, hingga kerukunan masyarakat. Bahkan menurut berbagai data, kita berada pada salah satu puncak kerukunan yang belum pernah terjadi sejak republik ini merdeka,” ungkapnya.

Karena itu, Nasaruddin berharap media mainstream terus memainkan peran sebagai penjaga objektivitas sekaligus penguat optimisme bangsa. Hal-hal yang sudah berjalan baik perlu dipertahankan, sementara berbagai kekurangan harus diperbaiki secara bersama-sama.

“Yang baik perlu kita teruskan, yang kurang baik perlu kita perbaiki bersama. Dengan demikian, Indonesia dapat terus melangkah menjadi negara besar yang maju dan tetap menjaga persatuan di tengah keberagamannya,” pungkasnya.

 

Nuri
Nuri Senin, 15 Juni 2026 17:08
Komentar