Logo Header

Satlantas Polrestabes Makassar Resmi Buka Layanan SIM C1, Kapolrestabes dan Wali Kota Jadi Pemegang Pertama

Ridwan
Ridwan Kamis, 21 Mei 2026 15:24
Satlantas Polrestabes Makassar Resmi Buka Layanan SIM C1, Kapolrestabes dan Wali Kota Jadi Pemegang Pertama

TEBARAN.COM,MAKASSAR – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar resmi membuka pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) C1 bagi pengendara sepeda motor berkapasitas mesin besar di Kota Makassar, Kamis (21/5/2026).

Peluncuran layanan tersebut digelar di Kantor Satpas Polrestabes Makassar, Jalan Batua Raya, belakang SPN Batua, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjadi dua pejabat pertama yang resmi menerima SIM C1 di Kota Makassar.

Meski menjadi penerima pertama, keduanya tetap mengikuti seluruh tahapan penerbitan SIM sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari pemeriksaan administrasi, ujian teori, hingga ujian praktik berkendara.

Pada tahap ujian teori, peserta diuji menggunakan perangkat komputer terkait pemahaman rambu lalu lintas, etika berkendara, hingga dasar hukum berlalu lintas.

Setelah menyelesaikan ujian teori, Arya Perdana dan Munafri Arifuddin melanjutkan ke lintasan praktik yang telah disiapkan khusus untuk pengujian SIM C1.
Lintasan tersebut dirancang untuk menguji kemampuan pengendara dalam mengendalikan motor berkapasitas mesin besar saat menghadapi berbagai kondisi dan rintangan di jalan.

Kapolrestabes Makassar menjadi peserta pertama yang menjajal lintasan praktik menggunakan motor dinas Polri jenis Hunter Scrambler SK500 berkapasitas 471 cc. Ia terlihat bermanuver melewati jalur sempit dan tikungan dalam arena ujian praktik.

Selanjutnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mencoba lintasan menggunakan Honda X-ADV berkapasitas mesin 745 cc. Appi tampak berhati-hati menjaga keseimbangan motor berbadan besar tersebut saat melewati setiap tahapan lintasan.

Usai menjalani ujian praktik, keduanya menunggu proses pencetakan kartu SIM hingga akhirnya resmi menjadi pemegang SIM C1 pertama di Kota Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, penerbitan SIM C1 sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Namun, pelaksanaannya di Makassar baru dapat dilakukan tahun ini setelah kesiapan sistem, material, dan personel penguji dinilai memadai.

“Ini bertahap, dari Polda Metro dulu pertama dan ini berkaitan masalah sistem, materialnya juga. Termasuk dengan kesiapan anggota yang melakukan ujiannya. Jadi baru bisa sekarang di Makassar,” ujar Arya.

Menurutnya, Makassar termasuk salah satu daerah yang cukup cepat menghadirkan layanan SIM C1 dibanding sejumlah kota lainnya.

“Kalau di Jakarta sudah lama di-launching, tapi di Makassar baru sekarang,” katanya.
Arya menegaskan, SIM C1 diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor dengan kapasitas mesin 250 cc hingga 500 cc sesuai ketentuan Korlantas Polri.

Masyarakat Makassar yang memiliki kendaraan dengan kategori tersebut kini sudah dapat mengurus SIM C1 di Kantor Satpas Polrestabes Makassar maupun gerai pelayanan SIM lainnya.
“Masyarakat di Kota Makassar mulai sekarang sudah bisa menerbitkan SIM C1 untuk kategori motor di atas 250 cc sampai 500 cc,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengendara motor berkapasitas mesin besar membutuhkan keterampilan lebih dibanding pengendara motor biasa karena tingkat risiko berkendaranya juga lebih tinggi.
Karena itu, pemohon SIM C1 diwajibkan telah memiliki SIM C sebagai syarat utama sebelum mengikuti proses penerbitan SIM C1.

“Karena penggunaan motor itu kalau sudah cc-nya bertambah tentu akan berbeda juga keterampilannya. Sehingga diperlukan keahlian khusus dengan bentuk SIM C1,” tuturnya.

“Motornya untuk digunakan ujian praktik juga berbeda, kalau ujian teorinya sama dengan penerbitan SIM C biasa. Syaratnya juga harus memiliki SIM C biasa dulu, setelah itu baru bisa menerbitkan SIM C1,” sambung Arya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar yang mulai menghadirkan layanan SIM C1 bagi komunitas motor gede di Kota Makassar.
Menurutnya, pengendara motor dengan kapasitas mesin besar memang harus memiliki kemampuan handling yang lebih baik demi keselamatan di jalan raya.

“Karena biasanya teman-teman di komunitas motor ini dengan cc motor yang lebih besar harusnya punya keterampilan yang lebih baik dalam handling,” ujar Appi.
Ia menilai, kehadiran SIM C1 menjadi standar penting untuk memastikan pengendara motor gede memahami teknik berkendara yang aman dan sesuai aturan lalu lintas.

“Karena persoalannya ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain kalau handling motornya tidak baik atau tidak benar,” katanya.

Appi pun mengajak seluruh komunitas motor gede di Makassar segera mengurus SIM C1 apabila menggunakan kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 250 cc.
“Dan saya juga mengajak seluruh teman-teman komunitas motor untuk memiliki SIM C1 apabila cc kendaraannya di atas 250 cc. Ini penting untuk memastikan berkendara dengan baik, mengikuti aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada,” terangnya.

Saat ditanya soal tantangan dalam ujian praktik, Appi mengaku bobot kendaraan menjadi kesulitan utama saat mengendalikan motor berkapasitas besar.
“Semakin tinggi cc motor biasanya semakin berat dan besar, sehingga handling-nya memang harus dipastikan mampu mengikuti jalur standar yang dibuat,” jelasnya.

“Nah ini seumpama kita sudah berada di jalan raya, kalau kita tidak bisa menghindari pengguna jalan lain atau kondisi di jalan raya, tentu handling itu tidak bisa kita maksimalkan,” tutup Appi.

 

Penulis : Yusril Irhaz
Ridwan
Ridwan Kamis, 21 Mei 2026 15:24
Komentar