Logo Header

APPMBGI Desak Evaluasi Menyeluruh Program MBG Usai Insiden di Pulogadung

Ridwan
Ridwan Rabu, 13 Mei 2026 15:02
Abdul Rivai Ras saat ditemui Usai Acara APPMBGI National Summit 2026 Foto list.
Abdul Rivai Ras saat ditemui Usai Acara APPMBGI National Summit 2026 Foto list.

TEBARAN.COM,JAKARTA – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dan sistem distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan tersebut mencuat setelah insiden yang melibatkan ratusan siswa di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Ketua Umum APPMBGI, Dr. Abdul Rivai Ras, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lapangan sebagai bentuk respons cepat guna memastikan kondisi para penerima manfaat tertangani dengan baik sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami datang memastikan kondisi anak-anak tertangani dengan baik sekaligus mengevaluasi pelayanan MBG agar lebih aman dan berkualitas,” ujar Rivai Ras dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 252 laporan gejala yang diterima dari orang tua siswa pascainsiden yang terjadi pada 8 Mei 2026. Para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogadung 15.

Hasil investigasi awal mengarah pada dugaan perubahan kualitas makanan, khususnya pada menu pangsit isi tahu yang dilaporkan memiliki rasa masam. Meski demikian, APPMBGI menegaskan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium resmi dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Rivai Ras juga menyoroti bahwa SPPG Pulogadung 15 baru mulai beroperasi pada akhir Maret 2026 dan masih dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), dapur MBG memang diberikan tenggat waktu untuk memperoleh sertifikasi tersebut.

“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Kami meminta seluruh pengelola dapur MBG untuk memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa menunggu sertifikasi terbit,” tegas Rivai.

 

Penulis : Yusril Irhaz
Ridwan
Ridwan Rabu, 13 Mei 2026 15:02
Komentar