Logo Header

​Benarkah Program MBG Lebih Kompleks dari Pemilu? Begini Penjelasan Bro Rivai

Ridwan
Ridwan Minggu, 03 Mei 2026 23:18
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras Foto list.
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras Foto list.

TEBARAN.COM,JAKARTA — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menjadi sorotan publik seiring munculnya berbagai kritik terkait tata kelola, kualitas pelaksanaan, hingga tantangan operasional di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia

(APPMBGI), Dr. Abdul Rivai Ras, menilai bahwa dinamika yang muncul merupakan hal wajar dalam program berskala nasional.

“Program MBG merupakan program strategis yang bersifat kolosal dan multidimensi. Sebagai intervensi gizi yang dilaksanakan secara masif setiap hari, tentu masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia membandingkan kompleksitas MBG dengan pelaksanaan Pemilu yang berlangsung lima tahunan. Menurutnya, meski Pemilu telah berulang kali digelar, evaluasi tetap diperlukan, terlebih MBG yang menyangkut kebutuhan gizi harian masyarakat.

“MBG harus lebih presisi karena berkaitan langsung dengan tumbuh kembang anak. Ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.

Secara ilmiah, program MBG dinilai memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting, meningkatkan capaian belajar anak, serta memperkuat kesehatan generasi mendatang. Namun, Rivai menekankan bahwa perubahan sistemik tidak dapat dicapai secara instan.

Ia menyebutkan perlunya pendekatan berbasis data, kajian ilmiah, serta mekanisme perbaikan berkelanjutan dalam implementasi program tersebut.

APPMBGI juga menyatakan terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan publik. Organisasi tersebut mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk semakin adaptif dalam merespons aspirasi masyarakat.

“Kritik harus dijadikan energi positif untuk memperbaiki tata kelola, rantai pasok, kualitas bahan baku, serta standar higiene dan nutrisi,” katanya.

Sebagai langkah konkret, APPMBGI mengusulkan pembentukan Tim Asistensi Independen guna mendampingi BGN dalam mengawal pelaksanaan program MBG. Tim ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi berbasis riset

serta solusi teknis dari berbagai pihak.
Menurut Rivai, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan program.

“MBG adalah investasi bangsa. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh apa yang kita berikan kepada anak-anak hari ini,” tutupnya.

APPMBGI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyempurnaan program MBG agar mampu mencapai target gizi nasional secara optimal dan berkelanjutan.

Penulis : Yusril Irhaz
Ridwan
Ridwan Minggu, 03 Mei 2026 23:18
Komentar