Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional, Bukti Kepemimpinan Inklusif Munafri
TEBARAN.COM,MAKASSAR – Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kota ini berhasil menembus 10 besar kota paling toleran di Indonesia untuk kategori kota berpenduduk di atas satu juta jiwa.
Capaian tersebut merujuk pada rilis Indeks Kota Toleran (IKT) yang dikeluarkan oleh SETARA Institute dalam peluncuran di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga harmoni sosial serta merawat keberagaman sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang inklusif.
Sebelumnya, Makassar hanya masuk dalam nominasi kota toleran pada 2025.
Kini, posisinya melonjak signifikan hingga masuk dalam jajaran elit kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad, mengapresiasi capaian tersebut.
Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah, birokrasi, dan masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan kolaborasi yang semakin solid. Kepemimpinan Wali Kota memberikan arah kebijakan yang inklusif, birokrasi menjalankan program secara konsisten, dan masyarakat turut menjaga nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, FKUB terus berperan aktif memperkuat dialog lintas agama, membangun komunikasi terbuka, serta menjadi jembatan dalam merespons dinamika sosial di masyarakat.
Ia berharap capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Ke depan, kita harus menjaga konsistensi, memperluas ruang dialog, dan memastikan nilai toleransi terus hidup,” tambahnya.
Masuknya Makassar dalam daftar ini menempatkannya sejajar dengan sejumlah kota besar lain seperti Semarang, Bekasi, Surabaya, Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Palembang, dan Batam yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa Indeks Kota Toleran telah diukur secara konsisten sejak 2015 di 98 kota di Indonesia.
“Studi ini bertujuan mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang toleran dan inklusif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Makassar mencatat lonjakan peringkat yang signifikan. Dari posisi ke-52 pada IKT 2024, Makassar melonjak ke posisi ke-9 nasional pada 2025.
“Lompatan ini menunjukkan kemajuan nyata dalam praktik dan kebijakan yang mendukung toleransi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang berkelanjutan.
“Ini bukan capaian instan, tetapi hasil dari kebijakan terukur, implementasi nyata, serta dukungan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Menurutnya, pengakuan ini juga diperkuat dengan diraihnya Harmony Award 2025 oleh FKUB Kota Makassar sebagai indikator keberhasilan menjaga kerukunan umat beragama.
Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai program konkret untuk memperkuat nilai toleransi.
Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, di antaranya memfasilitasi perayaan hari besar keagamaan seluruh umat, memberikan dukungan anggaran kepada organisasi keagamaan, serta memperkuat peran FKUB sebagai ruang dialog dan mediasi.
Selain itu, pemerintah kota juga berkolaborasi dengan Kementerian Agama dengan menetapkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan pada Maret 2026 sebagai wilayah percontohan.
Program ini bertujuan membangun ekosistem sosial inklusif dari tingkat akar rumput dengan menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi komitmen jangka panjang untuk memastikan Makassar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama,” tutup Fathur.
Capaian ini menegaskan bahwa Makassar tidak hanya berkembang sebagai kota metropolitan dari sisi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan keadilan sosial.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
