Logo Header

APPMBGI Perkuat Peran dalam Rantai Pasok dan Standarisasi Program MBG

Ridwan
Ridwan Minggu, 26 April 2026 00:36
Ketum APPMBGI Abdul Rivai Ras Bersama Pengurus DPD APPMBGI SULSEL Foto list.
Ketum APPMBGI Abdul Rivai Ras Bersama Pengurus DPD APPMBGI SULSEL Foto list.

TEBARAN.COM,JAKARTA – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat rantai pasok serta menjaga standar kualitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kehadiran APPMBGI bertujuan untuk menyatukan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, supplier, hingga pengelola dapur dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

APPMBGI hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat rantai pasok sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG,” ujarnya dalam sela kegiatan APPMBGI National Summit 2026 di Jakarta, 25 -26 April 2026

Menurutnya, APPMBGI juga memiliki peran penting dalam melakukan supervisi, edukasi, sosialisasi regulasi, serta advokasi kepada para mitra dapur agar memenuhi standar dan sertifikasi yang telah ditetapkan.

Selain itu, asosiasi turut berkontribusi dalam mengawal kebijakan nasional pemerintah, khususnya dalam mendukung program strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Meski demikian, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan kritik konstruktif sebagai bagian dari upaya perbaikan implementasi program di lapangan, mengingat program MBG masih dalam tahap pengembangan.

Terkait pelaksanaan di lapangan, ia menyebut hingga saat ini belum terdapat keluhan signifikan dari anggota, termasuk dalam hal ketersediaan energi untuk operasional dapur.

Namun demikian, ia menyoroti pentingnya perhatian terhadap akses energi di wilayah tertinggal, termasuk ketersediaan LPG serta peluang penggunaan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, APPMBGI juga mengingatkan seluruh pengelola dapur untuk menjaga standar kualitas makanan secara ketat, mulai dari kandungan gizi, porsi, bahan baku, hingga aspek higienitas dan sanitasi.

“Standar ini penting agar makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, dan lansia benar-benar aman, sehat, dan bergizi,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar 1.700 dapur MBG yang telah mendapat perhatian dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dilakukan perbaikan, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan secara menyeluruh.

APPMBGI menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program MBG, baik dalam aspek distribusi, kualitas layanan, maupun keberlanjutan program di masa depan. (*)

Penulis : Yusril Irhaz
Ridwan
Ridwan Minggu, 26 April 2026 00:36
Komentar