Logo Header

Gubernur Kaltim Setuju Balikpapan Ajukan PSBB.

Redaksi
RedaksiKamis, 07 Mei 2020 02:39
Gubernur Kaltim Setuju Balikpapan Ajukan PSBB.

RAGAM.ID, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mendukung rencana Pemkot Balikpapan, yang mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Pasalnya, tingkat penyebaran Covid-19 di Balikpapan sudah transmisi lokal dan tercatat sebagai kota dengan jumlah pasien tertinggi di Kaltim.

“Saya kira memang sebuah kewajaran. Sebenarnya rapat terbatas Forkopimda pada 16 Maret 2020 di Balikpapan sudah bahas soal itu, hitungannya sudah tidak salah,” ungkap Isran Noor melalui keterangan pers tertulis yang diterima Ragam.id dari Humas Pemprov Kaltim, Sabtu (2/5/2020).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sudah mulai menerapkan pembatasan pergerakan keluar masuk Kaltim termasuk kota dan kabupaten.

Hanya saja, kala itu menggunakan istilah local lockdown, sehingga tak diperbolehkan. “Kalau saja pada 17 Maret itu kita sudah lakukan local lockdown, maka mungkin kita ini tidak begini banyak,” kata Isran.

Karena itu, dirinya mendukung Pemkot Balikpapan untuk mengusulkan PSBB.

“Usulan PSBB itu sangat wajar mengingat Balikpapan ini adalah daerah yang terbanyak terinfeksi virus corona. Itulah, kalau Balikpapan menyampaikan sebuah rencana PSBB,” terang Isran.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan saat ini Balikpapan sedang mempersiapkan syarat pengajuan PSBB. Pemkot sedang melakukan kajian bersama DPRD Balikpapan dan pemangku kepentingan terkait.

Ada banyak aspek yang dipertimbangkan dari usulan tersebut, termasuk aspek ekonomi sosial masyarakat yang terdampak dari penerapan PSBB.

“Untuk syarat anatomi kesehatan sebetulnya Balikpapan sudah memenuhi syarat. Hanya saja aspek penanganan sosial lainnya yang perlu dipikirkan,” ungkap Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Karena itu, pemkot sudah menyiapkan Rp 70 miliar untuk program jaring pengaman sosial untuk 70.000 kepala keluarga yang terdampak akibat Covid-19.(*)

Redaksi
RedaksiKamis, 07 Mei 2020 02:39
Komentar