Antisipasi Isu Aksi TPA Antang, Kecamatan Manggala Tegaskan Wilayah Tetap Kondusif
TEBARAN.COM,MAKASSAR — Jajaran Pemerintah Kecamatan Manggala menggelar rapat koordinasi bersama unsur terkait di Kelurahan Tamangapa, Rabu (1/4/2026).
Pertemuan ini dilakukan untuk menyikapi beredarnya informasi rencana aksi demonstrasi terkait penutupan TPA Antang yang dijadwalkan berlangsung Kamis (2/4/2026).
Rapat tersebut melibatkan ketua RT/RW se-Kecamatan Manggala, kesbangpol kota makassar, camat, masyarakat Tamangapa, Kapolsek Manggala, serta anggota DPRD Makassar, Nasir Rurung Tokoh Masyarakat ‘Tokoh Agama LPM dan warga sekitar
Agenda utama pertemuan adalah menyamakan sikap menyusul ajakan aksi yang beredar di tengah masyarakat.
Pemerintah kecamatan menegaskan kondisi wilayah dalam keadaan aman dan mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.
Warga Tamangapa Tolak Aksi Demo
Anggota DPRD Makassar, Nasir Rurung, menyampaikan bahwa hasil pertemuan menyimpulkan warga Tamangngapa menolak adanya aksi demonstrasi penolakan penutupan TPA Antang.
“Hasil pertemuan ini jelas, warga Tamangngapa menolak aksi penolakan penutupan TPA. Kami tidak ingin ada pihak luar yang mengatasnamakan warga,” tegas Nasir.
Ia mengungkapkan, berdasarkan komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, tidak ditemukan informasi resmi terkait rencana warga setempat untuk turun aksi. Nasir bahkan menduga isu tersebut digerakkan oleh pihak di luar wilayah Tamangapa.
Sepertinya kegiatan ini disponsori orang luar. Kami di Tamangapa baik-baik saja dan persoalan kemarin sudah diselesaikan pemerintah kota,” ujarnya.
Nasir juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program strategis nasional (PSN) yang direncanakan di kawasan TPA Antang, khususnya pengolahan sampah menjadi energi listrik.
“Kami mengawal program ini sejak empat tahun lalu. Jangan sampai karena keributan, proyek ini batal. Justru TPA ini ke depan harus ada pabrik pengolah menjadi energi listrik,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp23 miliar pada tahun ini untuk pembenahan kawasan TPA, termasuk peningkatan infrastruktur pendukung.
Camat Manggala Koordinasi dengan Wali Kota Makassar
Sementara itu, Camat Manggala Ahmad menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar terkait isu rencana aksi tersebut.
Langkah antisipasi langsung dilakukan dengan mengumpulkan tokoh masyarakat agar situasi tetap terkendali.
“Saya sudah dihubungi Pak Wali terkait rencana aksi. Kami langsung kumpulkan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi agar situasi tetap kondusif,” jelas Ahmad.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi penutupan sementara TPA akibat dampak air lindik yang mengenai tiga rumah warga.
Namun, penanganan cepat dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dengan menurunkan alat berat dan tim teknis.
“Kami juga minta tim kesehatan turun untuk mengantisipasi dampak bagi warga. Intinya, kami ingin persoalan diselesaikan tanpa harus ada aksi yang justru memperkeruh suasana,” pungkasnya.
Pemerintah Kecamatan Manggala berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan persoalan TPA kepada pemerintah, demi menjaga stabilitas wilayah serta kelangsungan pembangunan di Tamangapa.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
