Logo Header

RDP dengan Menkumham Singgung soal Polisi Dilarang Masuk Lapas, Supriansa: Perbaikilah Kemitraan Sesama Aparat Penegak Hukum dalam Berantas Narkoba

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comRabu, 17 Maret 2021 20:13
RDP dengan Menkumham Singgung soal Polisi Dilarang Masuk Lapas, Supriansa: Perbaikilah Kemitraan Sesama Aparat Penegak Hukum dalam Berantas Narkoba

TEBARAN.COM, JAKARTA – Komisi lll DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly, Rabu, 17 Maret 2021.

Rapat itu dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh yang dihadiri 20 orang dari tujuh fraksi, melalui virtual dan tatap muka langsung.

Setelah pimpinan sidang melaporkan hal tersebut, selanjutnya mempersilahkan Yasonna Laoly melaporkan program prioritas yang telah dikerjakan dan akan dikerjakannya di 2021 ini.

Kemudian, saat Yasonna menjelaskan sejumlah isu yang ramai diperbincangkan publik. Tak hanya itu juga menyampaikan soal Lapas yang akan dibangun dan diperbaiki, seperti Lapas Pekalongan telah dianggarkan.

“Kita sudah anggarkan, 22 M pada waktu itu, karena kondisinya tanah rob, asal rob pasti banjir. Tapi terjadi refocusing karena itu memang mau tidak mau kita ada perioritas, karena kalau kita bangun itu kena Covid-19 semua sama saja. Jadi dana Covid-19 pada waktu itu ada refocusing,” jelasnya seperti dilihat live streaming YouTube DPR RI, Rabu, 17 Maret 2021.

Lebih lanjut lagi, ia juga melaporkan soal oper kapasitas Nara Pidana narokoba di sejumlah Lapas. Kemudian Yasonna menegaskan akan menindak tegas soal kasus narkoba dengan bekerjasama Polri.

“Di dalam kami telah terlau banyak memecat pegawai yang terlibat soal ini (Narkoba), ada yang diturunkan pangkat, ada yang di pidana. Kerjasama dengan Polri sekarang sangat intens kita lakukan,” bebernya.

“Tentu kalau tentu pasti tidak sempurnalah. Saya selalu katakan kalau ada dalam satu Lapas, ada pengedar, ada pemakai, ada kurir maka itu pasar,” sambungnya dia.

Kemudian langsung diinterupsi oleh Anggota Komisi lll dari Fraksi Golkar Supriansa dengan menyinggung soal polisi dilarang masuk Lapas yang terjadi di Pekanbaru, Riau pada Oktober 2020 lalu.

“Apa yang disampaikan oleh pak menteri itu sangat logis sekali dan kita juga bisa memahami kawah-kawan yang bekerja di Lapas. Hanya memang terkadang ada sifatnya yang insidentil membuat kita berpikir panjang lebar. Seperti yang terjadi di Polda Reses Riau,” ungkapnya.

Dia menjelaskan peristiwa yang viral itu, yang dimana polisi dilarang masuk ke dalam Lapas melihat salah satu Nara Pidana Narkoba. Dengan kejadian ini dianggapnya orang tidak ada komunikasi antar Polisi dan pihak Lapas.

“Seakan-akan dengan viralnya video ini, terjadi diskomunikasi antara pihak lapas dan kepolisian, sehingga kita semua (bertanya-tanya) ada apa ini di dalam? Alasan dari lapas bahwa hari ini, hari libur, memangnya kalau hari libur tidak bisa dilihat orangnya, jangan sampai orangnya tidak ada di dalam,” jelas Supriansa.

Meski demikian mantan Wakil Bupati Soppeng ini tetap mengapresiasi Menteri Menkumham Yasonna Laoly, termasuk para petugas yang bekerja di Lapas.

“Tapi apapun namanya pak menteri, tidak gampang memang berbuat sesempurna mungkin untuk memberikan kesempurnaan dalam pekerjaan kita. Tapi apapun itu, kita tetap memberikan apresiasi kepada kawan kita yang bekerja di sana (Lapas) siang dan malam,” pangkasnya.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comRabu, 17 Maret 2021 20:13
Komentar