Logo Header

Oleh: AKBAR HADI (Wakil Ketua KNPI Makassar 2017-2020)

PEMUDA DAN SULAPA’ EPPA

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 10 Maret 2021 10:11
PEMUDA DAN SULAPA’ EPPA

Baru-baru ini kita disuguhkan berita baik terkait akan bersatunya kembali kepengurusan organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Setelah tiga kubu KNPI yakni Noerfajriansyah, Mustahuddin, dan Abdul Azis menyatakan islah atau berdamai. Ketiga kubu ini bersepakat akan segera bersatu menggelar kongres nasional.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Perpecahan kepengurusan KNPI selama kurang lebih tiga tahun ini menimbulkan energi negatif yang cukup besar. Dampaknya hingga ke daerah-daerah tak terkecuali di Sulawesi Selatan.

Perpecahan kepengurusan itu membuat pemuda terbelah, bahkan menimbulkan konflik horisontal cukup parah, Saling hujat dan merasa benar sendiri sampai saling lapor ke kepolisian. Sebuah pemandangan yang tak memberi pelajaran baik bagi masyarakat dan bangsa. Solusinya memang hanya satu yakni Bersatu.

Berbicara kepemudaan tentu tak bisa dilepaskan dari peran organisasi KNPI. Organisasi yang lahir pada 23 Juli 1973 ini merupakan wadah berhimpun para pemuda dari berbagai latar organisasi/kelompok. Perjalanan menuju era milenial ini tentu tidak lewat begitu saja seperti berputarnya jarum jam.

Terdapat jejak-jejak perjuangan para pemuda hebat yang mewarnai perjalanan KNPI sampai hari ini. Perjuangan tersebut dilandasi oleh semangat keberagaman sehingga bangsa ini tetap kokoh seperti kokohnya burung garuda yang mencengkeram “Bhineka Tunggal Ika” sebagai simbol ideologi negara Indonesia, Pancasila.

Perjalanan KNPI haruslah menjadi refleksi bagi para pemuda masa kini. Pemuda adalah calon pemimpin dan generasi penerus bangsa ini harus terus belajar menjadi pribadi yang unggul dan mapan baik secara pemikiran maupun prilaku.

Dalam filosofi hidup Bugis-Makassar dikenal istilah “Sulapa’ Eppa”. Sulapa’ Eppa (segi empat) dikemukakan oleh seorang raja yang bernama Arung Matoa Matinrowa Rikannana (memerintah pada akhir abad XVI atau permulaan abad XVII) bahwa individu yang cocok menjadi pemimpin haruslah memiliki empat sifat. Keempat sifat itu adalah (1) Macca/ Pintar, (2) Malempu/Jujur, (3) Warani/Berani, (4) Magetteng/ Konsisten.

Dalam literatur lain, Sulapa’ Eppa dikaitkan dengan arah mata angin dan filosofi kepememimpinan khulafaturrasyidin (empat khilafah pasca meninggalnya Nabi Muhammad SAW).

Manorang/Utara diartikan memiliki sifat seperti Usman Bin Affan (adil), Maniyang/Selatan diartikan memiliki karakter seperti Umar Bin khattab (tegas/berani), Rilau/Timur diibaratkan memiliki sifat seperti Ali Bin Abi Thalib (cerdas), dan Riaja (Orai)/Barat dikiaskan memiliki karakter sifat seperti Abu Bakar (bijaksana).

Filosofi Sulapa Eppa ini selayaknya harus terus diasah oleh kita para pemuda. Walau itu bukanlah hal yang gampang setidaknya kita jangan berhenti berjuang menjadi pemuda Sulapa’ Eppa. Karena yakinlah proses tak akan pernah menghianati hasil.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 10 Maret 2021 10:11
Komentar