Logo Header

Heboh Bupati Lebak Ancam Santet Moeldoko, Muannas: Demi Allah Ini Memalukan!

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSelasa, 09 Maret 2021 14:57
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Banten (foto: Inisiatifnews)
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Banten (foto: Inisiatifnews)

TEBARAN.COM, JAKARTA – Politikus PSI Muannas Alaidid menyikapi pernyataan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Banten yang ancam kirim santet kepada Moeldoko.

Pernyataan Iti Jayabaya terlontarkan setalah puncak kisruh Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat hingga akhirnya Moeldoko, terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Muannas menilai pernyataan Iti Jayabaya itu memalukan masyarakat Banten, sebagai daerah dikenal kota religi.

“Demi Allah ini memalukan ! kecewa internal parpol silahkan, tapi seorang pemimpin tetap menjaga moralitas & etika, bupati kok ancam nyantet ? jangan sampai Banten kota religi berubah jadi kota santet,” katanya di akun Twitter miliknya, Selasa, 9 Maret 2021.

Menurut Muannas, hak setiap kader Demokrat untuk bereaksi terkait polemik di partai berlambang bintang mercy itu. Namun patut disayangkan jika sampai ada ancaman seperti yang dilakukan Iti Octavia.

“Kalo tidak cocok dengan pak @Dr_Moeldoko tempuh upaya hukum, level bupati kelakuan musyrik sampai hati ancam santet tidak mencerminkan tampilan,” katanya

“Ambil langkah hukum & politik dong mestinya bupati lebak, buian tindakan kriminal yang bisa merugikan partai termasuk namabaik pak SBY & mas AHY bahkan bupati itu sendiri terlebih warga Banten sebagai kota islami, tidak dibenarkan hanya karena membela partai mesti santet, harus dicabut ucapan itu,” ujarnya di cuita lainnya.

Dengan pernyataan itu, Muannas meminta Iti Jayabaya menyamping permohonan maaf kepada publik.

“Jangan sampai banten kota islami kemudian malah dikenal jadi kota santet, ini bupati bahaya betul, harus minta maaf,” pungkas Muannas.

Bupati Lebak Ancam Santet Moeldoko

Pernyataan Iti Jayabaya soal ancaman santet Moeldoko disampaikan dalam Commander’s Call, yang merupakan agenda rapat dan pertemuan antara Ketum AHY dan perwakilan DPD seluruh Indonesia.

“Kalau pun kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko,” kata Iti Jayabaya Minggu, 7 Maret 2021.

Ancaman itu muncul, karena Iti Jayabaya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Banten menolak keberadaan dan hasil KLB di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Dia ngaku setia kepada Ketua Umum Agus Harimurti sebagaimana hasil Kongres V Partai Demokrat 2020. Selain karena itu, Iti memiliki alasan lain tetap mendukung AHY.

Klarifikasi Bupati Lebak

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menegaskan tidak mungkin santet Moeldoko. Omongannya soal mau santet Moeldoko hanya luapan emosi saja. Makanya, Iti Jayabaya pun mengklarifikasi omongannya itu.

“Mana mungkin saya nyantet, sia-sia atuh salat dan puasa saya. Rugi mengorbankan itu semua untuk seorang perampok partai. Kita siap pasang badan untuk Ketum dan Demokrat,” terang dikutip dari suara.

Iti Octavia itu meluruskan ucapannya yang sebut berniat mengirim santet kepada Moeldoko, yang merupakan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

“Omongan santet merupakan puncak kekesalan kita DPD Demokrat Banten. Itu hanya bentuk ancaman kita, tapi tidak ada niatan kita melakukan hal tersebut. Kita merasa kesal dan emosi, karena kudeta KLB Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko,” kata Iti di Banten.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSelasa, 09 Maret 2021 14:57
Komentar