Logo Header

Soal KLB Demokrat, Natalius Pigai: Pak Jokowi Mesti Waspada, Jika Tak Mau Hancur

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comJumat, 05 Maret 2021 09:46
Soal KLB Demokrat, Natalius Pigai: Pak Jokowi Mesti Waspada, Jika Tak Mau Hancur

TEBARAN.COM, JAKARTA – Isu penggulingan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa (KLB) semakin memanas dan nyata.

Sejumlah nama mulai terungkap di balik isu gerakan kudeta kepemimpinan AHY itu. Baik dari orang internal Partai Demokrat sendiri maupun dari luar, seperti Moeldoko, ‘anak buah’ Presiden Jokowi.

Munculnya nama Moeldoko dalam gerakan isu kudeta Partai Demokrat ini menjadi ancaman Jokowi buat reputasi politiknya ke depan. Demikian disampaikan Mantan Komnas HAM, Natalius Pigai lewat cuitannya di Twitter, Jumat, 5 Maret 2021.

“Pak Jokowi mesti waspada anak buah. Sebagai Presiden harus batasi KLB Demokrat. Karena saya dengar analisa bahwa untuk drg SI MPR perubahan UUD 1945 agar masa jabatan 7 tahun Jokowi s/d 2027. Jika itu terjadi maka reputasi politik & investasi politik Bapak & keluarga akan Sirna & hancur. Rakyat akan Lawan @jokowi,” katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief, mengungkapkan temuan bukti baru terkait rencana kudeta AHY lewat KLB.

Temuan Andi Arief itu terkait lokasi hotel rencana KLB Partai Demokrat dan juga sejumlah nama-nama yang terdaftar sebagai tamu. Dan hebatnya, bukan kegiatan Partai Demokrat yang terdaftar, melainkan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GMKI).

“Ini bukan desas desus Pak Muldoko dan sebagian kader akan melakukan kudeta. Temuan tim kami terjadi di Hotel The Hill di Sibolangit Kab Deli Serdang (Sumatera Utara red),” tulis Andi Arief, di akun Twitter miliknya @Andiarief_, Kamis, 4 Maret 2021.

Namun setelah ditelusuri lokasi hotel tersebut, Andi Arief mengungkapkan, bahwa hasil yang ditemukan timnya tidak ada kegiatan dari Partai Demokrat di hotel yang dimaksud, melainkan yang terdaftar berkegiatan adalah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GMKI).

“Setelah tim kami sampai di Lokasi. Meminta Informasi Ke Reception menanyakan Kegiatan Demokrat akan Tetapi Receptionist menjawab Kegiatan Demokrat tidak ada akan tetapi yang Ada Kegiatan GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia ) yang dilaksanakan Selama 3 hari Kamis, Jumat & Sabtu,” ungkap dia.

Tetapi, diungkapkan Andi Arief, pihaknya menemukan sejumlah nama yang terdaftar sebagai tamu dari luar Kota, diantaranya Moeldoko dan beberapa kader partai lainnya.

“Setelah Kami Cek meminta siapa yg datang tamu-tamu dari Luar kota maka didemukan Sejumlah Nama-Nama Seperti : Jhoni Allen, Nazarudin, Marzuki Ali, Moldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max.Sopochua..dll,” katanya.

“Nama-nama tersebut diatas Jhoni Allen Marbun Belum Chek in, Rencana Mereka.akan check In Hari Jumat. Info Reception,” katanya lagi Andi Arief.

Lebih lanjut Andi Arief mengunkapkan, bahwa pada pukul 24.00 WIB ditemukan di lapangan ajudan Jhony allen Yaitu Roy Simanjuntak dan Ketua GAMKI Sumut Landen Marbun lagi meninjau halaman kegiatan acara.

Di lokasi kegiatan pun kata dia, tidak ditemukan atribut Partai Demokrat dan juga daftar list nama tamu, tidak ditemukan Para Ketua DPC Se-Sumatera Utara.

“Kalau ada nama-nama bukan mantan pengurus yang sudah tidak menjabat lagi di DPD dan DPC beberapa Provinsi dan kabupaten,” beber dia.

Andi Arief menegaskan, bahwa KLB Partai Demokrat tidak akan sah selama tidak mendapatkan persetujuan atau izin dari Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Seperti yang pernah kami sampaikan Pak Moeldoko akan menggunakan cara gila-gilaan yang penting ada KLB tanpa izin majelis tinggi dan mengjkutsertakan peserta ilegal,”

“Bayangkan untuk mengkudeta Demokrat menggunakan dan memanipulasi nama GAMKI pun dilakukan. Seperti diketahui DPD dan DPC demokrat resmi semua solid tidak mengikuti KLB nekad ini,” tutup dia.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comJumat, 05 Maret 2021 09:46
Komentar