Logo Header

KPK Resmi Tetapkan Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka Dugaan Suap Proyek Infrastruktur

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaMinggu, 28 Februari 2021 04:08
KPK Resmi Tetapkan Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka Dugaan Suap Proyek Infrastruktur

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam konferensi pers yang disiarkan di channel Youtube KPK, Minggu (28/2/2021) sekitar pukul 00.45 WIB

“KPK menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, sebagai penerima yaitu saudara NA dan ER. Kedua, sebagai pemberi saudara AS,” kata Ketua KPK

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS).

Ketiga tersangka akan ditahan di rutan KPK selama 20 hari ke depan.

“Para tersangka NA, ER dan AS dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021,” ujar Firli

Nurdin Abdullah akan ditahan di rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sementara dua tersangka lainnya ada di tahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Rutan Gedung Merah Putih

“Saudara NA akan ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. ER ditahan di Rutan Cabang KPK pada Kavling C1. AS ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih,” kata Firli.

Nurdin Abdullah sebelumnya diberitakan terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Sabtu 27 Februari. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu dijemput Tim OTT KPK di Rumah Jabatannya, Jalan Sungai Tangka, Makassar, pukul 2 dinihari.

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaMinggu, 28 Februari 2021 04:08
Komentar