Logo Header

Kecewanya Kurnia, Polisi Tolak Laporan Kerumunan Jokowi di NTT

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Jumat, 26 Februari 2021 07:38
Kecewanya Kurnia, Polisi Tolak Laporan Kerumunan Jokowi di NTT

TEBARAN.COM, JAKARTA – Laporan Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan terkait kerumunan massa yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat kunjungan kerja ditolak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Salah satu pelapor dari Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan Kurnia, mengungkapkan kekecewaannya lantaran polisi enggan melanjutkan perkara tersebut.

“Kami sangat kecewa kepada pihak kepolisian yang tidak mau menerbitkan laporan atas laporan kami terhadap terduga pelaku tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan yakni sang presiden,” ujar Kurnia di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Februari 2021 seperti dikutip dari Kompas.

Karena laporannya ditolak, Kurnia pun mempertanyakan asas persamaan kedudukan di hadapan hukum yang selalu digaungkan selama ini.

“Dengan tidak diterbitkannya laporan polisi atas laporan kami, kami mempertanyakan asas persamaan kedudukan di hadapan hukum apakah masih ada di republik ini?,” kata Kurnia.

Kurnia menilai, Jokowi telah melanggar prokotol kesehatan akibat kerumunan yang ditimbulkannya. Ia mengatakan, kunjungan kerja seorang presiden merupakan hal yang sudah terjadwal.

“Sudah sepatutnya memitigasi adanya kerumunan pada saat kunjungan kepresidenannya,” ucap Kurnia.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 30 detik yang menunjukkan kerumunan masyarakat mengerubungi Jokowi. Beberapa akun media sosial mengunggah video tersebut, salah satunya akun Twitter @Gladislagiwoy.

Dalam video itu terlihat mobil kepresidenan yang ditumpangi Jokowi sempat dihadang oleh masyarakat yang berkumpul di sepanjang jalan untuk menyambut kedatangannya.

Selanjutnya, Jokowi melalui kap mobil yang terbuka menyapa. Sesekali Jokowi juga tampak mengingatkan masyarakat untuk mengenakan masker.

Kemudian, membagikan cinderamata mata dari atas mobil kepada masyarakat. Setelah beredar video tersebut, Jokowi banjir kritikan dari publik lantaran memicu kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Jumat, 26 Februari 2021 07:38
Komentar