Logo Header

Pemerintah Dituding Pakai Dana Haji Tambal APBN, Andi Arief: Mohon Klarifikasinya Ibu SMI

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 22 Februari 2021 14:36
Andi Arief
Andi Arief

TEBARAN.COM, JAKARTA – Politikus Demokrat Andi Arief melontarkan tudingan kepada pemerintah terkait penggunaan dana haji dipakai untuk menambal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Andi Arief mengaku mendapatkan informasi tersebut dari grup perpesanan WhatsApp yang menyebut bahwa pemerintah telah menggunakan dana haji menambal APBN.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat itu pun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

“Berseliweran di group WA berita Dana Haji digunakan Pemerintahan Jokowi menambal APBN. MOHON klarifikasinya Ibu SMI,” tulis Andi Arief di akun Twitter miliknya @andiarief_, Senin, 22 Februari 2021.

Dilansir dari beberapa sumber terkait informasi tersebut dana dana haji 2020 sebesar Rp 8,7 triliun akan dipakai pemerintah untuk perkuat rupiah.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan BPKH memiliki simpanan dalam bentuk dolar Amerika Serikat sebanyak US$600 juta atau setara Rp8,7 triliun kurs Rp14.500 per dolar AS.

Dengan begitu, dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu Bank Indonesia dalam penguatan kurs rupiah.

Sementara itu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui situs reseminya menyebutkan kalau ana haji dikelola secara syariah, profesional, hati-hati, dan aman. Berapa jumlah dana haji yang dikelola saat ini?

“Berdasarkan laporan keuangan BPKH yang telah diaudit oleh BPK dengan opini WTP dan dilaporkan pada DPR, dana haji yang terealisasi sebesar Rp143,06 T dan telah melebihi target yang ditetapkan,” sebut keterangan BPKH melalui akun Instagramnya.

“Dana tersebut terus diinvestasikan secara syariah untuk memenuhi penyelenggaraan ibadah haji, sesuai amanah umat. Semoga pengelolaan dana haji akan terus berjalan dengan baik. Aamiin,” jelas BPKH, tutupnya.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 22 Februari 2021 14:36
Komentar