Logo Header

Heboh Buaya Kuning Emas Cari Saudara Kembarnya di Kolaka, Warga: Saya Percaya Itu

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comKamis, 18 Februari 2021 07:02
Penemuan seekor buaya di Kota Kolaka yang disebut-sebut datang cari saudara kembarnya (Foto: Makassar_iinfo)
Penemuan seekor buaya di Kota Kolaka yang disebut-sebut datang cari saudara kembarnya (Foto: Makassar_iinfo)

TEBARAN.COM, KOLAKA – Pengguna media sosial dihebohkan dengan sebuah postingan video yang memperlihatkan seekor buaya muara kuning emas.

Buaya ditemukan terdampar di pantai Lamundre, Kota Kolaka pada Selasa, 16 Februari 2021. Video tersebut diunggah @fakta.indo, Rabu, 17 Februari 2021.

Buaya berukuran sekitar empat meter itu disebut-disebut oleh warga datang mencari saudara kembarnya.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria memegang dan memasang sebuah kain di tubuh buaya. Ajaibnya, buaya itu tidak bereaksi atau mengamuk.

Di video lainnya, unggahan @Makassar_iinfo terlihat seorang pria berpakain kaos merah tengah mencium kepala buaya tersebut tanpa rasa takut.

Dalam narasi keterangan di video disebut pria itu saudara kandung dari buaya tersebut. “Buaya di Keloka sudah ketemu kembarannya,” tulisnya.

Dilansir di media lokal Kolakaonline, salah satu warga yang mengaku dari kabupaten Bombana datang dengan rasa penasaran menyaksikan adanya buaya tersebut.

Ambo nama warga tersebut, dia mengaku melihat keanehan pada tubuh buaya yang disebut mempunyai saudara kembar manusia.

Keanehannya, dia sebut, jari bagian depan ada lima dan jari kaki belakang hanya empat jarinya dan juga saat dikerumuni warga tidak bereaksi.

“Banyak yang tidak percaya dengan buaya kembar manusia, tetapi kalau saya mempercaya kalau itu memang buaya mempunyai kembaran manusia,” katanya.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kolaka 2 Sangkala Sinyo mengaku, buaya yang muncul di Desa Lamundre ini juga pernah terlihat di Kelurahan Anewoi sekitar objek wisata Watubangga.

Kemudian ia menghimbau kepada masyarakat setempat agar tetap waspada untuk mendekati buaya tersebut.

“Saya mengaharapkan masyarakat tetap waspada, biar bagaimana buaya merupakan reptil yang agresif, jadi Masyarajat harus tetap berhati-hari,” kata Sangkala.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comKamis, 18 Februari 2021 07:02
Komentar