Logo Header

Komisi A Tolak Lelang Jabatan Eselon II, Supra : Kami Akan Rekomendasikan

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSelasa, 16 Februari 2021 17:38
Komisi A Tolak Lelang Jabatan Eselon II, Supra : Kami Akan Rekomendasikan

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar di ruangan komisi A. Selasa (16/2/2021).

RDP tersebut membahas mengenai proses lelang jabatan eselon II di ruang lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang dinilai dipaksakan.

Ketua Komisi A, Supratman dengan tegas menolak lelang jabatan eselon II tersebut. Pasalnya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sehingga komisi A akan merekomendasikan untuk membatalkan lelang tersebut.

“Pertama itu, Wali Kota terpilih akan dilantik kenapa tidak memberikan kesempatan kepada beliau untuk menyusun kabinetnya sendiri. Terus kedua soal anggaran, saya dengar anggaran dibutuhkan sekitar 600 juta, sedangkan anggaran yang tersedia hanya 300 juta dimana mau ambil tambahan”, ungkap Supra.

Walaupun Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin telah bertemu dengan Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto bahas soal lelang jabatan, Supra menabahkan jika pertemuan tersebut tidak berpengaruh.

“Walaupun pak Pj telah ketemu dengan pak Danny Pomanto bahas lelang jabatan itu bukan urusan kami (dewan), kami tetap lakukan fungsi kami sebagai wakil rakyat.

“Kalaupun BKD ingin tetap lakukan hal tersebut (lelang), silahkan. Tapi kami di komisi A tetap rekomendasikan agar lelang jabatan ini ditunda”, pungkas Supra.

Sementara, anggota komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi meminta agar BKD Makassar bisa menunda lelang tersebut.

“Kan tinggal 1 bulan lagi, apa salahnya di undur pak, biarkan Wali Kota terpilih yang lakukan itu”, terang Kasrudi.

Ditempat yang sama, Aswar kembali menjelaskan mengenai kekurangan anggaran. Menurut Aswar, penggunaan SK Parsial hanya digunakan pada ada hal – hal yang sangat mendesak.

“Dan saya dengar tadi, kekurangan itu mau gunakan Parsial. Jangan salah, itu anggaran parsial hanya digunakan jika ada hal mendesak. Nah, bagi kami, lelang jabatan ini bukan hal yang mendesak”, pungkas Aswar.(Asy)

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSelasa, 16 Februari 2021 17:38
Komentar