Logo Header

Mahfud MD Tanggapi Pertanyaan JK Soal Cara Kritik Pemerintah Agar Tak Dipanggil Polisi

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 15 Februari 2021 07:18
Mahfud MD Tanggapi Pertanyaan JK Soal Cara Kritik Pemerintah Agar Tak Dipanggil Polisi

TEBARAN.COM, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sindiran Wakil Presiden Jusuf Kalla ke-10 dan ke-12 yang mempertanyakan bagaimana cara mengkritik pemerintah agar tidak dipanggil polisi.

Mahfud mengatakan, pertanyaan JK harus dipahami sebagai pertanyaan biasa yang di hadapi pemerintah sejak dulu saat JK menjadi Wakil Presiden.

“Sejak dulu jika ada orng mengritik sering ada yang melaporkan ke polisi dan polisi wajib merespon,” kata Mahfud di Twitter miliknya, Minggu, 14 Februari 2021.

Pertanyaan JK tersebut, Mahfud memaknai bukan sebagai tudingan kepada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jika dikritik akan dipanggil oleh polisi.

“Pak JK tak bermaksud menuding, zaman pemerintah sekarang ini kalau mengritik dipanggil polisi,” terangnya.

Soal mengkritik pemerintah dan dipanggil polisi, menurutnya sudah sejak dulu terjadi.

“Tapi itu terjadi sejak dulu karena selalu ada yang melapor ke polisi,” ungkap dia.

“Faktanya sejak Pak JK masih jadi Wapres periode I juga ada kasus Sarrachen dan Muslim Cyber Army. Ada juga akun Piyungan,” sambung Mahfud.

Mahfud juga mengaitkan dengan keluarga JK yang melaporkan ke polisi, Ferdinand Hutahaean, Rusli Kamri dan Walikota Makassar terpilih Danny Pomanto.

“Apalagi baru-baru ini juga keluarga Pak JK melaporkan Ferdinand Hutahaian, Rusli Kamri, dan cawalkot Makassar ke polisi krn dugaan tudingan main politiknya Pak JK. Laporan-laporan ke Polisi itu dilakukan oleh warga negara thd warga negara. Jadi pernyataan Pak JK adalah ekspresi dilemma kita,” tutup Mahfud.

Sebelumnya, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) turut menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat lebih aktif mengkritik pemerintah. Dirinya mempertanyakan bagaimana caranya agar masyarakat bisa mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi.

“Walaupun dikritik berbagai-bagai beberapa hari lalu, Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah. Tentu banyak yang ingin melihatnya, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi seperti yang dikeluhkan oleh Pak Kwik atau siapa saja. Tentu itu menjadi bagian daripada upaya kita semua,” ujar JK dalam diskusi virtual di kanal PKSTVRI, Sabtu, 13 Februari 2021.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 15 Februari 2021 07:18
Komentar