Logo Header

Tamparan Keras, Dewi Tanjung: Demokrat Itu Partai yang Tidak Memiliki Jiwa Nasionalisme

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 08 Februari 2021 11:22
Tamparan Keras, Dewi Tanjung: Demokrat Itu Partai yang Tidak Memiliki Jiwa Nasionalisme

TEBARAN.COM, JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung kembali berkomentar soal isu kudeta yang bergulir di tubuh Partai Demokrat.

Dewi Tanjung menilai Demokrat adalah partai politik yang hanya mementingkan kelompoknya sendiri. Bahkan dia menyebut sebagai partai yang tidak memiliki jiwa nasionalisme.

“Demokrat itu Partai yang berbasis hanya kepentingan untuk kelompok mereka saja. Tidak memiliki jiwa Nasionalisme,” kata Dewi Tanjung.

Dewi Tanjung menyatakan hal demikian, karena memiliki penilaian tersendiri terhadap Partai Demokrat.

“Liat saja apabila mereka mengambil sebuah keputusan dalam berpolitik,” katanya lagi.

Bahkan Dewi Tanjung menyebut Demokrat adalah partai kecil yang selalu merasa hebat.

“Partai Kecil kok merasa sok Paling hebat pake Judul KUDETA PENGGULINGAN KETUM AHY. Geli Nyai,” sambung Dewi Tanjung di akun Twitter @DTanjung15 dikutip Tebaran.com, Senin, 8 Februari 2021.

Sebelum itu, Dewi Tanjung juga menyinggung ‘Cikeas’. Mengakunya muak dengan cara berpolitik mereka.

“Lama-lama Nyai Muak dan Eneg Banget liat Cara Berpolitik Cikeas yang selalu memakai Cara Mengemis Perhatian dari masyarakat seolah-olah didzolimi
Bapak sama anak Podo wae Ngga ada Kreativitas nya sama sekali. Curhat dan Baper andalan mereka,” katanya.

Sebelumnya itu lagi, Dewi Tanjung juga sudah menyinggung soal isu kudeta Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dicuitan itu, Dewi Tanjung menilai isu kudeta yang menghantam tubuh Demokrat adalah sebuah settingan internal Partai Demokrat.

Menurutnya, permainan politik yang dijalankan Partai Demokrat saat ini merupakan permainan lama. Endingnya untuk mendapatkan simpati masyarakat.

“AHY ngga Usah Lebay deh. Kalian sendiri yg setting seolah-olah ada Kudeta di Demokrat agar keliatan AHY TERDZOLIMI supaya mendapatkan simpati dari Masyarakat,”

“Pola lama di pake kembali. Cara-cara yang memuakan dan menggelikan yaa..Norak bin Nyata,” tandas perempuan kelahiran Padang, 1980 itu.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 08 Februari 2021 11:22
Komentar