Logo Header

Alumni Farmasi Ini Bela Dosen UIN Makassar yang Minta Bunga ke Mahasiswa Skripsi

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 07 Februari 2021 19:29
Adi Arianto, Alumni Farmasi UIN Alauddin Makassar (Foto: Ist)
Adi Arianto, Alumni Farmasi UIN Alauddin Makassar (Foto: Ist)

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Seorang alumni Farmasi UIN Alauddin Makassar, Adi Arianto berkomentar soal dugaan oknum dosen UIN Alauddin meminta bunga hias kepada mahasiswa saat bimbingan skripsi.

Adi Arianto menganggap pemberitaan mengenai oknum dosen minta bunga hias ke mahasiswa tidak berimbang dan terkesan menjatuhkan martabat seorang dosen.

Alasannya, karena dosen itu banyak dikenal oleh alumni dan mahasiswa sebagai salah satu pendidik yang sangat berjasa dalam pendampingan, motivasi dan inspirasi.

Adi juga mengaku pernah diajar dan menjadi anak bimbingan skripsi dosen tersebut. Menurutnya, sang dosen itu tidak pernah sama sekali mempersulit mahasiswa.

“Saya salah satu anak didik beliau sangat menyadari bahwa tidak ada guru (dosen) yang ingin mempersulit anak didiknya,” ungkap Adi Arianto keterangannya diterima Tebaran.com, Minggu, 7 Februari 2021.

“Tak terhitung berapa banyak mantan anak bimbingan beliau di kampus yang telah berhasil berkiprah di perusahaan multinasional/lokal maupun berhasil menjadi penggerak di lingkungan sosialnya,” katanya lagi.

Menurut Adi, dosen memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang dengan lemah lembut, juga ada dosen yang memiliki cara mengajar yang tegas.

“Seorang guru selalu mempunyai sudut pandang dan jelas mempunyai tujuan yang baik. Namun dalam penerapannya, mungkin karena adanya misskomunikasi sehingga terkesan disalah artikan oleh anak didiknya,” tuturnya.

“Intinya, ketika sudah berniat untuk menuntut ilmu, maka sudah seharusnya kita bersabar dalam berjuang di dalamnya, termasuk bersabar terhadap guru kita,” lanjut alumnus Farmasi, lulusan 2013 itu.

Adi kemudian mengutip perkataan Al Imam As Syafi Rahimahullah yang mengatakan “Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”.

Dia pun berharap agar dosen atau guru mendapat perlakuan yang terhormat karena jasanya sangat besar.

“Saya harap bahwa Guru (dosen) selayaknya mendapat tempat terhormat karena jasanya sangat besar bagi masa depan anak didiknya,” harap Adi Arianto.

Adi menambahkan, saat dia masih berstatus mahasiswa menjabat wakil ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi sering berinteraksi dengan sang dosen.

Pada saat itu kata dia, dosen yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Jurusan Farmasi UIN Alauddin.

“Sejak dia jadi ketua jurusan farmasi sejak itu saya wakil ketua HMJ sering berinteraksi tentang organisasi HMJ,” beber sang Apoteker itu.

Diberitakan sebelumnya, oknum dosen tersebut diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Farmasi, saat ini dia menjabat sebagai Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Dalam kasusnya, oknum dosen Jurusan Farmasi ini meminta mahasiswanya membawa bunga saat dihubungi via pesan singkat untuk konsultasi skripsi.

Bunga yang dibawa harus sesuai yang dipesan oleh sang dosen. Jika tidak, konsultasi skripsi bisa batal.

Hasil percakapan sang dosen dan mahasiswa itu pun viral setelah beredar luas media sosial.

Saat ini pihak kampus telah membentuk tim kecil untuk mengusut tuntas dugaan itu dan diproses di Komisi Disiplin Penegakan Etik Universitas.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 07 Februari 2021 19:29
Komentar