Logo Header

Kiai As’ad Said Ali: Saatnya PBNU Bersikap Tegas Ke Abu Janda

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 31 Januari 2021 17:50
Kiai As'ad Said Ali (foto : Facebook)
Kiai As'ad Said Ali (foto : Facebook)

TEBARAN.COM, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali turut buka suara Ihwal pernyataan kontoversial pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

As’ad Said Ali menilai Abu Janda adalah seorang penyusup ke dalam Ansor atau NU yang selama ini berpura-pura membela NU di media sosial padahal pernyataannya justru menjerumuskan.

Selaku menjabat Ketua Dewan Penasehat Ansor As’ad Said Ali mengaku sempat mempertanyakan kepada pimpinan GP Ansor soal Abu Janda setelah bicara ngawur tentang NU di televisi.

“Kesimpulan saya dia penyusup kedalam Ansor/NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Ansor/Banser,” tulis As’ad Said Ali seperti dikutip tebaran.com di halaman Facebooknya, Minggu, 31 Januari 2021

As’ad Said Ali mengatakan, setelah telah dicek ternyata tidak ada rekomendasi dari Cabang atau Wilayah Ansor/Banser sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi Ansor/ Banser.

“Ia diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU, saya kira dengan pertimbangan prasangka baik dan tidak mengecek latar belakang siapa sebenarnya Abu Janda,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, pimpinan Banser telah menegur Abu Janda untuk tidak lagi bicara tentang ke NU- an atas nama Ansor dan juga menginfokan beberapa media terkenal mengenai hal itu.

“Persoalannya, ia sudah terlanjur pernah memakai seragam Banser di media dan publik menyangka ia bagian dari NU padahal fikrah dan akhlaknya bukan pengikut aswaja,” jelas As’ad Said Ali.

As’ad Said Ali mengungkapkan bahwa kerusakan provokasi yang ditimbulkan Abu Janda dilingkungan NU selama ini cukup besar. Beberapa pondok pesantren merasa terusik dan bahkan ada yang menjauhi (mufarakah) dari struktur NU.

Terkait itu, lanjut dia misalnya di daerah sekitar Bogor, karena apa yang disampaikan oleh Abu Janda bertolak belakang dengan fikrah an Nahdliyah.

“Saya mensinyalir ada Abu Janda – Abu Janda yang lain yang berpura pura membela NU melalui medsos, tetapi sesungguhnya musang berbulu domba,” terangnya.

“Sebagai warga Nahdliyin saya menyarankan, “Sudah saatnya PBNU secara resmi bersikap tegas terhadap Abu Janda”. Dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi yang kalau dibiarkan akan merusak keutuhan NU,” tutup As’ad Said Ali.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 31 Januari 2021 17:50
Komentar