Logo Header

Anies Baswedan Tulis Pesan Menyentuh Hati Soal Covid-19, Ini Isinya

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 25 Januari 2021 10:11
Anies Baswedan Tulis Pesan Menyentuh Hati Soal Covid-19, Ini Isinya

TEBARAN.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menulis pesan yang menyentuh soal virus Corona atau Covid-19.

Anies berpesan kepada semua pihak untuk selalu menjaga diri dari Covid-19 agar dapat meringankan tugas tenaga medis yang ada di rumah sakit.

Pesan Anies ini ditorehkan di akun Twitter miliknya @aniesbaswedan kala menyaksikan pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Cengkareng.

“Kita semua bisa membantu mereka agar jangan ada lagi warga yang harus dirawat di sini karena COVID-19,” tulis Anies dikutip, Senin 25 Januari 2021.

“Pastikan diri kita, keluarga dan orang-orang di lingkungan kita menjaga dengan ketat protokol kesehatan. Kita jaga semua, Kita #JagaJakarta,” lanjut dia.

Kendati begitu, dengan harapan agar benteng pertahanan terakhir tidak roboh yaitu tenaga medis. Jumlahnya tidak sebanyak dengan orang terinfeksi Covid-19.

“Jangan biarkan benteng ini roboh karena hadirnya gelombang pasien Covid-19 yang makin banyak,” katanya.

Kala di RSUD Cengkareng, Anies menyaksikan semangat para tenaga medis merawat para pasien Covid-19.

“Di balik masker, wajah mereka tetap penuh senyum, mengirimkan pesan optimisme kepada pasien yang mereka rawat: InsyaAllah kalian sembuh dan bisa pulang kembali bersama keluarga!,” tutur Anies.

Fakta saat ini, kata Anies paling banyak terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua.

Oleh karenanya Anies kembali berharap untuk tidak jadi penular. Ikutlah mencegah penularan. Sebab virus bukan fiksi tapi nyata adanya.

“Sekali lagi, virus itu bukan fiksi. Ini semua adalah nyata. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi semua,” jelas Anies Baswedan.

Hal tersebut disampaikan Anies saat menyaksikan pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Cengkareng.

“Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ,” lebih jelasnya.

“Ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah: bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian,” ungkap Anies Baswedan.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 25 Januari 2021 10:11
Komentar