Logo Header

EK: Harus Dijerat Hukum, Jangan karena Gubernur dari PKS Seenaknya Memaksa Siswi Kristen Berjilbab

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSabtu, 23 Januari 2021 08:56
Eko Kuntadih (riaunews)
Eko Kuntadih (riaunews)

TEBARAN.COM, PADANG – Seorang pegiat media sosial Eko Kuntadih mengomentari peristiwa siswi Kristen di SMK 2 Padang dipaksa memakai jilbab oleh pihak sekolah tersebut viral di media sosial.

Eko Kuntadih mendorong lembaga hukum untuk memperkarakan tindakan diskriminasi pihak SMK 2 Padang yang memaksa siswi Kristen berjilbab.

“Seharusnya ada lembaga yang memperkarakan kebijakan diskriminatif seperti SMK2 Padang ini ke jalur hukum,” tulis Eko di akun Twitter miliknya, Jumat 22 Januari 2021.

Dari kejadian ini, Eko meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar untuk bertanggung jawab.

“Dinas Pendidikan Prov. Sumbar wajib bertangungjawab. Jangan mentang-mentang Gubernur dari PKS Anda berbuat seenaknya memaksa siswi Kristen menggenakan busana muslimah!,” tegasnya.

Cuitan sebelumnya, Eko memang melihat Padang adalah wilayah yang dikuasai PKS. Kejadian ini dianggapnya adalah menghalangi ekspresi beragam.

“Dulu jaman Soeharto, ketika siswi muslim dilarang berjilbab. Kita menentangnya. Sekolah jangan menghalangi ekspresi beragama,” kata dia.

“Kini saat sekolah negeri di Padang memaksa siswi Kristen berjilbab. Kita juga harus menentangnya dengan keras. Esensinya sama. Pemerkosaan hak beragama!,” sambung Eko Kuntadih.

Sebelumnya, peristiwa tersebut viral setelah dibagikan Elianu Hia di jejaring media sosial akun Facebook miliknya. Dia menayangkan video siaran langsung saat sedang berada di sekolah SMK Negeri 2 Padang.

“Lagi di sekolah smk negri 2 padang,,saya di panggil karna anak saya tdk pakai jilbab,,kita tunggu aja hasil akhirnya,,saya mohon di doakan ya,” tulis Elianu dilihat Jum’at, 22 Januari 2021.

Selain itu, ia juga mengunggah selembaran kertas yang berisi tentang surat pernyataan. Tertanda siswi, Jeni Cahyani Hia, dan orang tuanya, Elianu Hia.

Dalam video tersebut terlihat ada seorang guru sekolah SMK Negeri 2 Padang yang sedang menjelaskan tentang aturan pakain siswa di sekolah tersebut.

Guru itu mengungkapkan bahwa seluruh siswi di sekolah tersebut wajib memakai seragam, jilbab dan celana panjang abu-abu.

“Pakaian dan seragam, berkerudung untuk anak perempuan dan celana panjang abu-abu,” kata sang guru dalam video itu.

Menurutnya, jika ada seorang siswi di SMKN 2 Padang tak mengikuti aturan terkait seragam tersebut maka pihak sekolah akan membahasnya dengan orang tua siswa yang bersangkutan.

“Jika tidak mengikuti aturan di sekolah, kita semua sepakat. Itu makanya kita bicarakan,” ungkap guru tersebut.

Menanggapi pernyataan sang guru, orang tua dari siswi nonmuslim itu Elianu Hia mengaku keberatan dengan aturan seragam tersebut.

Pasalnya, kata Elianu, jika anaknya yang bukan penganut Islam dipaksa memakai jilbab maka hal itu dinilainya sebagai pembohongan identitas terhadap agamanya yang nonmuslim.

“Ini agama saya. Kalau (anak) saya memakai jilbab seakan-akan membohongi identitas agama saya pak,” ungkapnya.

Elianu pun mengaku dengan adanya aturan seragam itu seolah-olah siswi yang nonmuslim di SMKN 2 Padang dipaksa masuk agama Islam.

“Seakan-akan (anak saya) dipaksa untuk masuk ke dalam agama Islam,” ujarnya.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSabtu, 23 Januari 2021 08:56
Komentar