Logo Header

Terpilih Lagi Jadi Ketua PCNU Barru, Irham Djalil Bantah Tudingan Ada Eks HTI di Tubuh NU

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 17 Januari 2021 08:36
Terpilih Lagi Jadi Ketua PCNU Barru, Irham Djalil Bantah Tudingan Ada Eks HTI di Tubuh NU

TEBARAN.COM, BARRU – Irahm Djalil kembali terpilih ketiga kalinya sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barru Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2021-2025, Sabtu, 16 Januari 2021

Irham Djalil terpilih secara aklamasi di Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13 yang dihadiri seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) dari tujuh kecamatan di Kabupaten Barru. Kemudian Rais Syuriah PCNU Barru terpilih, Dr KH Husaina Abdullah.

Di periode ketiganya, Irham Djalil tetap bertekad membawa NU untuk lebih baik dari pada sebelumnya. Kedepannya ia berencana kegiatan-kegiatan NU lebih banyak berorentasi pada keummatan.

“Kegiatan-kegiatan kedepan harus lebih ril, kerja-kerja keummatan, mengawal kebutuhan masyarakat seperti di bidang pertanian, ekonomi, kesehatan, pendidikan, NU kedepannya akan lebih banyak itu,” ujar Irham Djalil dihubungi Tebaran.com, Sabtu, 16 Januari 2021.

Selaras dengan itu, Irham menjawab anggapan bahwa NU Barru tidak ada kegiatan atau vakum. Diakuinya kegiatan NU di Barru tetap berjalan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan lokal tapi juga sampai ke internasional.

“Kemarin itu ada lembaga penanggulangan bencana Australia meminta pemerintah Indonesia kerjasama di bidang penanggulangan bencana dan kebetulan NU Barru diminta mewakili Indonesia untuk pelatihan kebencanaan itu pada tahun 2016-2018,” beber Kabag Kesra Pemkab Barru itu.

Selain itu, dia juga meluruskan tudingan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Barru bahwa ada kader dari organisasi terlarang Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) yang masuk struktur NU Barru.

Pihaknya menegaskan bahwa tudingan Ansor itu tidak benar. Menurutnya, orang tersebut (tidak disebutkan namanya) tidak pernah berkecimpung dalam pengurus atau struktur organisasi HTI terlarang itu.

“Itu tidak benar. Karena yang disebut organisasi itu yang ada lembaganya kemudian di SK-an sebagai pengurus HTI. Beliau hanya sebatas wacana kajian-kajian. Secara organisasi beliau tidak aktif,” tegasnya.

“Itupun kajian-kajiannya sebelum HTI menjadi organisasi terlarang. NU yang ada di dalamnya menolak itu dan beliau sudah tidak melakukan lagi itu kajian,” lanjutnya.

Kendati demikian, Irham justru menganggap bahwa dengan bergabungnya eks kader HTI di tubuh organisasi NU adalah kehebatan dari ulama-ulama NU.

“Justru itulah kehebatan kami karena bisa merangkul yang bersangkutan yang diklaim HTI. Kalau bengkok kita luruskan dan itu kerja-kerja NU sebenarnya bukan justru membenci mereka,” jelas Irham.

Di mata Irham, eks HTI ini setelah masuk di NU tidak pernah menampakkan kecurigaan membawa pemahaman HTI maupun organisasi lain masuk di NU.

“Beliau ini memang orang Aswaja, orang DDI,” ungkap dia.

Dengan demikian, Irham berpesan kepada Badan Otonom NU yang ada di Kabupaten Barru untuk memposisikan diri sebagai anak dari orang tua yaitu NU.

“Sebagai Banom harus tawadhu, rendah diri, mendengar kepada orangtuanya karena Banom itu kan anak kandungnya NU. Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU dan IPPNU jangan melawan sama orangtuanya. Kalau ada yang dianggap tidak sedap disampaikan kepada orangtuanya bukan berkoar-koar di luar,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Ketua GP Ansor Muhammad Senal mengatakan di kepengurusan NU Barru yang ada sekarang dan yang sebelumnya terdapat anggota HTI dan menduduki posisi strategis di kepengurusan NU.

Padahal lanjutnya, HTI adalah organisasi terlarang di wilayah NKRI dan NU merupakan ormas yang selama ini berada di garda terdepan menyuarakan penolakan terhadap keberadaan organisasi terlarang itu.

“NU di Barru bukan organisasi baru yang bercokol di Kabupaten Barru, tetapi sudah lama dan semestinya sudah sangat aktif. Saatnya NU melakukan restorasi dan melakukan penataan organisasi,” kata Senal, Sabtu, 9 Januari 2021.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 17 Januari 2021 08:36
Komentar